Sebanyak 100 Ton Sampah Diperkirakan Terkumpul dari Aksi Bersih Pantai

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Selasa 21/8/2018, 13.47 WIB

Aksi bersih pantai diperkirakan menjaring 100 ton sampah.

sampah
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Wisatawan mancanegara membawa papan selancar di dekat tumpukan sampah yang terdampar di Pantai Kuta, Badung, Bali, Selasa (21/3).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperkirakan kegiatan bersih-bersih pantai yang dilakukan di lebih dari titik 73 lokasi berhasil mengumpulkan lebih dari 100 ton lebih sampah. Kegiatan serentak bertajuk Indonesia Bersama Menghadap Laut yang diadakan pada 19 Agustus 2018.

Dalam kegiatan sebelumnya di Bitung, Sulawesi Utara, Susi menyatakan pihaknya telah berhasil mengumpulkan  1,14 ton sampah di kawasan tersebut. Sampah-sampah itu antara lain terdiri dari 45,2 kilogram sampah karet, 138,58 kilogram sampah plastik, 144,17 tali, serta 815,75 kilogram sampah campuran.

“Kalau ditotal di lebih dari 100 tempat pasti hasilnya lebih dari 100 ton,” kata Susi di Jakarta, Selasa (21/8).

(Baca : Jumlah Sampah Plastik di Lautan Ditargetkan Berkurang 70% pada 2025)

Dia menjelaskan, antusiasme masyarakat cukup positif  dalam aksi bersih pantai yang dilakukan di 73 lokasi. Tim Pandu Laut juga sedang melakukan penghitungan kegiatan tambahan sukarela di titik baru.

Aksi berish pantai saat ini juga telah dilakukan di tiga titik pantai di Jakarta, yaitu Pulau Pari dan Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Gerakan Menghadap Laut diklaim berhasil mengumpulkan 400 kilogram sampah campuran.

Sedangkan di Pantai Ancol, 650 peserta berhasil membersihkan 1 kilometer pantai dan mengumpulkan 2,86 ton sampah. “Sampah kebanyakan seperti bekas tali jangkar, baju lapuk, plastik kemasan dan sedotan, serta kaleng atau beling,” ujar Susi.

(Baca : Luhut Akan Minta Anggaran Khusus untuk Pengelolaan Sampah)

Di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sampah yang berhasil terkumpul sebanyak 2,36 ton. Sedangkan, pada kegiatan di Denpasar, Bali, sampah yang dikumpulkan mencapai 1,12 ton.

Susi berharap kegiatan ini bisa menjadi acara tahunan pada 19 Agustus 2018. Namun, penjagaan kebersihan pantai dan laut juga harus tetap dilakukan masyarakat Indonesia. Dia meminta setiap kepala daerah agar bisa memimpin menjaga kelestarian lingkungan.

“Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh peserta dalam aksi Menghadap Laut, semoga bisa menjadi budaya bangsa baru yang cinta kebersihan,” katanya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha