Cegah Pelecehan, Grab Minta Penumpang Gunakan Tombol Darurat

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

Rabu 10/10/2018, 20.25 WIB

Dengan tombol darurat itu, penumpang bisa mengontak orang terdekatnya.

Grab
Katadata/Linia Firsty Dea Shafira
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kiri) dan Direktur Pemasaran Grab Mediko Azwar (kanan) saat mengumumkan dukungan Grab terhadap Asian Para Games 2018 di Jakarta, Senin (8/10).

Grab mewanti-wanti agar pengguna aplikasi mendaftarkan nomor telepon relasi terdekatnya dengan tombol darurat. Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar mengatakan pihaknya telah meluncurkan produk keamanan tersebut untuk keamanan pengguna.

"Bagi kami, keamanan yang utama, maka kami menambah perhatian bagi penumpang," kata dia di Jakarta, Rabu (10/10).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Karmadibrata mengatakan, kejadian pelecehan terakhir ini sudah direspons Grab dengan membekukan akun pengemudi.

Grab juga siap mempertemukan pihak korban dan pengemudi untuk mencari inti masalah pelecehan. "Untuk laporan polisi kami serahkan masing-masing," kata dia.

Ridzki mengatakan, Grab berkomitmen untuk mengutamakan keamanan penumpang, maupun mitra pengemudinya. Dia menjelaskan, Grab mensyaratkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi pengemudi yang melamar. Selain itu pemeriksaan fisik juga dilakukan bagi kendaraan pengemudi.

(Baca juga:  Microsoft Umumkan Rencana Investasi ke Grab)

"Lalu juga kami yang (mensyaratkan) pengemudi swafoto sehingga tidak ada (pengemudi lain) yang menggunakan kendaraannya," kata dia.

Sebelumnya, cerita seorang penumpang yang dicium oleh pengemudi Grab beredar di media sosial. Tak hanya itu, si pengemudi juga memaksa penumpang tersebut untuk memberi rating lima bintang.

Tidak diketahui siapa penumpang yang dimaksud, namun dilampirkan histori perjalanan dengan pengemudi Grab bernama Vickich Anrio Sugiharto dengan nomor kendaraan B 315 LAH.

Lewat akun Twitter resmi @GrabID, manajemen Grab mengaku telah menghubungi korban untuk mengkonfirmasi pelecehan yang dialaminya. Pengemudi meminta dimediasi dengan penumpangnya, namun korban menolak.

Reporter: Ameidyo Daud