Kembangkan Mandalika, EBD Paragon Investasi Rp 1,6 Triliun

Penulis: Hari Widowati

10/10/2018, 04.43 WIB

EBD Paragon akan membangun Hotel Paramount yang pertama di Asia. Perusahaan mendapatkan lisensi langsung dari Paramount AS.

Pantai Mandalika, NTB
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Sejumlah wisatawan mancanegara berada di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10/2017).

EBD Paragon Holdings, perusahaan properti dan infrastruktur asal Amerika Serikat (AS), menginvestasikan dana lebih dari US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk pengembangan kawasan wisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). EBD Paragon bermitra dengan PT Bali Tourism Development Center (BTDC), PT PP Tbk (PTPP), PT PP Properti Tbk (PPRO), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk proyek resort dan pengolahan air bersih di kawasan tersebut.

Chairman EBD Paragon Holdings Wajih Malki mengatakan, perusahaannya mulai berinvestasi di Indonesia pada 2015 dengan nilai US$ 21 juta atau sekitar Rp 300 miliar. Proyek pertama yang digarap adalah proyek pengolahan air minum di Mandalika, NTB. Sebelum menanamkan dananya di Indonesia, Paragon memiliki anak usaha yang beroperasi di Manila, Filipina dan Riyadh, Saudi Arabia.

Malki meminta anak usahanya di Manila melakukan studi kelayakan untuk investasi di sektor infrastruktur. "Tidak banyak pilihan investasi waktu itu, kami melihat Jakarta, Surabaya, dan Bali sudah padat (investasinya)," kata Malki di sela-sela Indonesia Investment Forum 2018, di Hotel Conrad, Bali, Selasa (9/10).

EBD Paragon tertarik menggarap Mandalika ketika melihat lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional Praya, Lombok Tengah. Selain itu, Mandalika juga dekat dengan Bali. "Kami juga melihat track record dan kesuksesan BTDC sehingga kami yakin akan kesuksesan pengembangan proyek Mandalika," ujar Malki.

EBD Paragon masuk ke bisnis pengolahan air karena kawasan Mandalika masih kekurangan pasokan air bersih. Apalagi, di kawasan tersebut akan dibangun beberapa hotel dengan 2.000 kamar, kebutuhan terhadap air bersih tentu sangat besar. Belum lama ini, EBD melepas 25% sahamnya di perusahaan pengelola air bersih tersebut kepada PT Adhi Karya Tbk.

(Baca: Sirkuit MotoGP Mandalika Ditargetkan Rampung pada 2019)

"Setelah proyek pertama itu, kami jatuh cinta pada Mandalika lalu kami putuskan akuisisi satu lahan di Monkey Mountain (Baun Pusuk) seluas 7,6 ha," kata Malki. Di lahan tersebut, EBD Paragon akan membangun Hotel Paramount yang pertama di Asia. Perusahaan mendapatkan lisensi langsung dari Paramount AS untuk membangun hotel tersebut.

Investasi EBD untuk pembangunan Hotel Paramount mencapai US$ 88 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. Untuk hotel tersebut, EBD Paragon bermitra dengan PT PP Properti Tbk dengan porsi kepemilikan saham 60% EBD dan 40% PP Properti. Kontraktor untuk proyek itu adalah PT PP Tbk. Peletakan batu pertama pembangunan hotel itu telah dilakukan pada Mei 2018.

Malki yakin, investasi di bisnis pariwisata di Indonesia adalah akan terus bertumbuh seiring dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan asing, misalnya dari Tiongkok. "Tantangan untuk pemerintah Indonesia saat ini adalah komitmen untuk membangun bandara yang mampu menampung pesawat yang lebih besar," ujar dia. Selain itu, EBD berharap ada penerbangan langsung dari Indonesia ke AS sehingga semakin banyak turis AS yang berkunjung ke Indonesia.

(Baca: Qatar Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Investasi Pariwisata di Mandalika)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha