BPS: Optimisme Pelaku Bisnis dan Konsumen Menurun
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat optimisme pelaku bisnis dan konsumen turun pada kuartal III lalu. Hal itu tercermin dari penurunan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK). Adapun ITB diprediksi akan semakin turun pada kuartal terakhir tahun ini.
"(Indeks) sedikit pesimis meski masih di atas 100," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Senin (5/11). Nilai ITB di atas 100 menunjukkan kondisi bisnis pada kuartal berjalan meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, penurunan indeks mencerminkan turunnya optimisme.
Secara rinci, ITB tercatat sebesar 108,05 pada kuartal III, lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 112,82. Komponen pembentuk indeks tersebut yaitu indeks pendapatan usaha sebesar 111,36, peggunaan kapasitas usaha 110,80, dan rata-rata jumlah jam kerja 102.
(Baca juga: Di Atas Prediksi BI, Ekonomi Kuartal III Mampu Tumbuh 5,17%)
Penurunan optimisme pelaku usaha terjadi hampir di semua lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian; administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib; jasa pendidikan; serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial. ITB ke-empat lapangan usaha tersebut tercatat meningkat.
Sementara itu, lapangan usaha dengan optimisme pelaku usaha tertinggi yaitu pengadaan listrik dan gas; transportasi dan pergudangan; serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang; jasa keuangan dan asuransi; serta perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil, serta sepeda motor. Hal ini tercermin dari ITB ke-lima lapangan usaha yang di atas 120.
(Baca juga: Minim Promosi dan Logistik, Hambat Pemasaran Industri Furnitur)
Kemudian, lapangan usaha dengan optimisme pelaku usaha terendah real estat serta pertambangan dan penggalian. Hal itu tercermin dari ITB kedua lapangan usaha tersebut yang nyaris mendekati 100, yaitu masing-masing hanya 101,96 dan 102,35. Secara keseluruhan, ITB diprediksi kembali turun pada kuartal IV yaitu ke level 106,45.
Di sisi lain, indeks tendensi konsumen (ITK) tercatat sebesar 101,23 pada kuartal III, jauh lebih rendah dari kuartal sebelumnya 125,43. Hal ini menujukkan konsumen masih merasakan perbaikan kondisi ekonomi secara umum, meskipun dengan optimime yang turun.
Komponen pembentuk ITK yaitu pendapatan rumah tangga 100,34, pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi 102,47, dan volume konsumsi bahan makanan, makanan jadi di restoran/rumah makan, dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, komunikasi, kesehatan, rekreasi) 101,79.
Pada kuartal terakhir, ITK diperkirakan sedikit meningkat menjadi 103,29. Komponen pembentuknya, pendapatan rumah tangga diperkirakan naik sehingga indeksnya menjadi 108,2, namun Rencana pembelian barang-barang tahan lama (elektronik, perhiasan, perangkat komunikasi, meubel, peralatan rumah tangga, kendaraan bermotor, tanah, rumah), rekreasi, dan pesta/hajatan turun ke level pesismis 94,69.
