Penghargaan untuk Pengelola APBD Terbaik

Tim Publikasi Katadata

9/11/2018, 21.29 WIB

Katadata bakal menghelat pemberian penghargaan Indeks Kelola bagi pemerintah daerah yang berprestasi dalam mengelola APBD.

Indeks kelola
Katadata

Katadata bakal menghelat pemberian penghargaan Indeks Kelola bagi pemerintah daerah yang berprestasi dalam mengelola APBD. Penghargaan ini sendiri akan berlangsung, 28 November 2018 di  XXI Ballroom Djakarta Theater ini dengan mengundang 66 kepala daerah pemenang  Indeks Kelola. Tim juri memilih tiga pemenang untuk tiap kategori, meliputi kategori pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi

Penghargaan rencananya akan diserahkan oleh Kepala Staff Kepresidenan Jenderal (Purn.) Moeldoko dan RI Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo untuk kategori pendidikan dan kesehatan. Keduanya beserta Menteri Perencanaan Pembangunan Kepala Bappenas Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro juga akan menjadi pembicara pada perhelatan tersebut.

Penghargaan Indeks Kelola  bertujuan antara lain untuk mendorong penggunaan APBD yang sejalan dengan agenda bangsa dan negara, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi. Indeks Kelola juga untuk mendorong kompetisi para pemimpin daerah dalam mewujudkan pengelolaan APBD yang efektif sekaligus untuk memberi apresiasi pemimpin daerah yang sukses mengelola APBD-nya. Diharapkan kegiatan ini akan memacu pemda meningkatkan efektivitas dan optimalisasi dalam menggunakan APBD.

Katadata didukung lembaga Jari Ungu dan sejumlah ahli ekonomi indepenen sebelumnya telah menyusun beberapa kategori Indeks Kelola yang merupakan Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD.  Pelibatan tim ahli independen untuk memastikan bahwa desain kegiatan dan metodologi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan operasional. Tim ahli adalah individu dengan keahlian tertentu yang relevan dengan penyusunan metodologi dan indeks/indikator pembangunan daerah.

Tim ahli  terdiri Dr. Elan Satriawan, M.Ec,Kepala Pokja Pemantauan dan Evaluasi Tim Nasonal Percepatan Pemberantasan Kemiskinan (TNP2K). Doktor jebolan Michigan State University juga merupakan  pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Berikutnya ada Dr. Rimawan Pradiptyo, M. Sc, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada lulluasn Universitas York, Inggris. Rimawan mencatat sederet pengalaman mengelola data,  antara lain sebagai Deputi Bidang Database dan Publikasi, Pelatihan dan Penelitian di bidang Ekonomi dan Bisnis (P2EB) UGM. Selanjutnya ada Dr. Gumilang Aryo Sahadewo, M.A. Staf pengajar UGM.

Penghargaan Indeks Kelola didasari fakta banyaknya daerah yang dianggap masih kurang efektif dalam mengelola  APBD. Misalnya dominasi APBD untuk belanja pegawai (37 persen), sedangkan untuk belanja modal hanya 20 persen. Selain itu, masih banyak daerah yang belum melaksanakan anggaran mandatory atau wajib sesuai dengan Undang-Undang, seperti 20 persen untuk anggaran pendidikan atau 10 persen untuk anggaran kesehatan.

Itu sebab, daerah yang berhasil mengelola APBD secara efektif dan mampu menjalankan mandatory  sesuai undang-undang patut mendapatkan apresiasi sekaligus didorong untuk berbagi strategi bagaimana membangun daerah akan memberikan berbagai implikasi positif. Selain bermanfaat bagi daerah dan warganya, juga memacu daerah lain dalam membangun daerahnya, serta membantu pemerintah pusat dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. 

Untuk reservasi tempat hubungi :

Prily 0818 06282894 / 021 5794 0835

[email protected]

Tim Publikasi Katadata

Tim Publikasi Katadata

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Artikel Terpopuler