Sri Mulyani Sabet Lagi Penghargaan Menteri Keuangan Terbaik Global

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

3/1/2019, 11.34 WIB

Penghargaan diberikan The Banker untuk menteri keuangan yang dinilai berperan paling baik dalam menstimulasi pertumbuhan dan menstabilkan ekonomi.

Sri Mulyani di pertemuan IMF-Bank Dunia, Bali
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menyabet penghargaan internasional sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik dan Global. Kali ini, penghargaan datang dari media keuangan The Banker. Penghargaan tersebut diberikan setiap tahun untuk menteri keuangan yang dinilai paling baik dalam kiprahnya menstimulasi pertumbuhan dan menstabilkan ekonomi.

Dalam laman editorialnya, The Banker mengapresiasi capaian anggaran dan ekonomi yang positif di tengah bencana yang bertubi-tubi melanda Indonesia. “Pada 2018, Indonesia menghadapi tragedi tapi mampu menjaga ketahanannya dalam arahan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati,” demikian dikutip dari tulisan yang dirilis pada Rabu (2/1).

The Banker menyinggung tentang gempa di Lombok yang direspons Sri Mulyani dengan strategi baru untuk mendanai penanganan bencana alam. Sebelumnya, negara bergantung pada dana kontingensi yang sebesar Rp 3 triliun per tahun. “Diluncurkan pada Oktober 2018, strateginya adalah mengasuransikan gedung pemerintah mulai 2019 untuk menjaganya dan membantu proses pemulihan yang cepat,” demikian tertulis.

(Baca juga: Sri Mulyani Sabet Empat Penghargaan Internasional di Era Jokowi)

Tragedi jatuhnya pesawat lion Air di Karawang yang membuat sejumlah pegawai Kementerian Keuangan menjadi korban juga disinggung The Banker. “Di saat berhadapan dengan tragedi, negara tetap menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan,” demikian tertulis. Defisit anggaran yang rendah pada 2018 juga diapresiasi. Kementerian Keuangan melansir, defisit sebesar 1,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), di bawah estimasi 2,19% terhadap PDB.

Di tahun ini, Sri Mulyani juga dinilai telah menyiapkan kebijakan yang berguna untuk menggenjot penerimaan negara dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Kebijakan yang dimaksud yaitu perubahan dalam sistem perpajakan. Hal ini bertujuan untuk mendorong kepatuhan wajib pajak mencapai 82,5% pada 2019, atau semakin jauh dari posisi 2014 yang sebesar 74%. “Untuk memfasilitasi pertumbuhan tersebut, proses pembayaran pajak akan disederhanakan,” demikian tertulis.

(Baca juga: Berkat Uang Minyak, Penerimaan Negara 2018 Capai 102,5% dari Target)

The Banker pun menyinggung soal rencana kebjakan penyederhanaan birokrasi dalam sistem pajak dan legal untuk merespons penurunan peringkat Indonesia dalam Global Competitiveness Report 2017. Kemudian, kebijakan pemangkasan tarif pajak untuk Usaha Kecil Menegah (UKM) dan rencana pemberlakuan pajak digital untuk perusahaan e-commerce yang beroperasi di luar negeri.

“Pajak (digital) tersebut akan berdampak terhadap perusahaan besar penyedia layanan teknologi yang kerap menghindari pembayaran pajak secara legal lantaran tidak memiliki kantor fisik di suatu negara,” demikian tertulis.

Lalu, kebijakan tarif pajak nol persen untuk ekspor jasa. Hal ini dinilai positif untuk mendorong bisnis di sektor tersebut. “Perubahan pada sistem pajak integral dengan tujuan menteri keuangan untuk mendorong penerimaan negara tumbuh 12,9% pada 2019,” demikian tertulis.

Sebelumnya, Sri Mulyani tercatat telah beberapa kali mendapatkan penghargaan serupa, di antaranya Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik Timur dari Global Markets pada pertengahan 2018, Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik dari FinanceAsia pada 2017 dan 2018, dan Menteri Terbaik dunia pada World Government Summit 2018.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha