Meski Lifting Blok Mahakam Turun, Arcandra Sebut Lebihi Prediksi Total

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

7/1/2019, 19.52 WIB

Tahun ini Pertamina menargetkan pengeboran sumur lebih banyak untuk mendongkrak produksi.

Rig Tasha Mahakam
Pertamina

Produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi (migas) Blok Mahakam yang dikelola PT Pertamina (Persero)  sepanjang tahun lalu tidak mencapai target. Bahkan, turun dibandingkan tahun sebelumnya. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar yang juga komisaris Pertamina, menjelaskan kondisi pencapaian tersebut.

Menurut dia, meski belum mencapai target, kinerja Blok Mahakam dinilai melampaui prediksi operator lama yakni Total E&P Indonesie. "Lebih tinggi produksi Pertamina dibanding dengan prediksi Total," kata dia di Jakarta, Senin (7/1).

Mengacu data SKK Migas, lifting gas Blok Mahakam selama tahun 2018 hanya 832 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau hanya 75% dari target APBN 2018 sebesar 1.110 MMscfd. Capaian itu juga lebih rendah daripada tahun 2017 yang bisa menyentuh level 1.286 MMscfd.

Meski tahun lalu mengalami penurunan, Arcandra mengatakan, Pertamina sudah memetakan beberapa upaya untuk mencapai target lifting Mahakam tahun ini. "Segala upaya sedang dilakukan dengan direktur hulu yang baru," kata dia.

Di tempat yang sama, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan tahun ini Pertamina akan mengebor banyak sumur. Dengan begitu produksi blok Mahakam tetap terjaga dan meningkat.

Blok Mahakam dikelola resmi oleh Pertamina mulai 1 Januari 2018. Ada sejumlah kegiatan yang ditargetkan Pertamina pada investasi di Blok Mahakam selama 2018, di antaranya mengebor 69 sumur pengembangan.

Selain pengeboran sumur pengembangan,  ada  pengerjaan ulang (workover) 132 sumur dan perawatan 5.623 unit sumur. Lalu, pengembangan lanjutan (Plan of Further Development/PoFD) di lima lapangan.

Anggaran untuk kegiatan Pertamina di Mahakam tahun lalu mencapai US$1,7 miliar atau sekitar Rp 23 triliun. Dana itu terdiri dari belanja modal sebesar US$ 700 juta dan biaya operasional sebesar US$ 1 miliar.

Dwi mengatakan untuk tahun ini investasi Pertamina akan lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Namun ia belum bisa memerincinya. Yang jelas tahun ini Pertamina akan banyak melakukan pengeboran sumur.

(Baca: Pertamina Ungkap Penyebab Lifting Blok Mahakam Tak Tercapai)

Namun hasil pengeboran tahun ini baru bisa dirasakan Pertamina untuk meningkatkan produksi Mahakam di tahun depan. "Tahun 2019 ini rencana pengeboran cukup banyak di sana, jadi akan berdampak di 2020," kata dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha