Dibuka di Zona Hijau Naik 0,48%, IHSG Bergerak Fluktuatif

Penulis: Happy Fajrian

10/1/2019, 10.44 WIB

Kinerja IHSG masih lebih baik dibandingkan bursa saham utama Asia yang mayoritas mengawali perdagangan hari ini di zona merah.

BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Suasana Bursa Efek Indonesia

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Kamis (10/1) dengan bergerak naik ke posisi 6.302,61 atau naik 0,48% dari posisi penutupan kemarin.

Sementara ini IHSG bergerak fluktuatif. Pasalnya, setelah naik ke posisinya tersebut, IHSG langsung bergerak turun hingga ke zona merah, yaitu pada posisi 6.268,51 kemudian kembali bergerak naik hingga pukul 10.15 berada pada posisi 6.297,59.

Kinerja IHSG masih lebih baik dibandingkan mayoritas bursa utama di kawasan Asia yang dibuka langsung terkoreksi ke zona merah. Indeks Nikkei turun 1,57%, indeks Hang Seng turun 0,43%, serta Strait Times turun 0,07%, dan saat ini ketiga indeks tersebut masih terus bergerak di zona merah.

(Baca: Saham Sektor Konsumer Jeblok, IHSG Naik Terbatas 0,15%)

Indeks Shanghai dibuka turun 0,2% namun sempat kembali ke zona hijau walau saat ini kembali ke zona merah dengan penurunan tipis 0,05%. Indeks Kospi Korea dibuka dengan bergerak naik, namun sekarang turun 0,22%, dan indeks PSEi Filipina turun 0,32%. Hanya indeks KLCI Malaysia yang sejak pembukaannya pagi ini terus bergerak di zona hijau, dengan kenaikan sementara ini mencapai 0,63%.

Tiga indeks sektoral pagi ini menunjukkan pergerakan yang positif dan berkontribusi mendorong kinerja IHSG. Sektor konsumer yang kemarin terkoreksi cukup dalam kembali naik 0,88% setelah ada rilis data penjualan eceran oleh Bank Indonesia yang menunjukkan penjualan eceran pada 2018 lebih baik dari kondisi 2017.

Secercah optimisme dari data penjualan eceran juga turut mendongkrak kinerja sektor manufaktur yang sementara ini naik 0,66%. Secara keseluruhan delapan indeks sektoral berkinerja positif pada pagi ini, dengan sektor industri dasar naik paling tinggi 1,15%, diikuti sektor konsumer 0,88%, dan tambang 0,83%.

Sementara itu investor kembali dibuat khawatir dengan perkembangan perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok pada Senin (7/1) hingga Rabu (9/1) kemarin. Pasalnya perundingan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan resmi yang disepakati kedua belah pihak.

(Baca: Survei BI: Penjualan Eceran 2018 Lebih Baik Dibandingkan 2017)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha