Tahun Ini, Pertamina Akan Pasok Minyak Bakar untuk Industri

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

14/1/2019, 10.04 WIB

Jika kebutuhan minyak bakar dipasok Pertamina, industri tidak perlu impor lagi.

Kapal Pengangkut Minyak Mahakam
Pertamina
ilustrasi.

PT Pertamina (Persero) mulai tahun ini akan memenuhi kebutuhan minyak bakar (Marine Fuel Oil/MFO) untuk industri dalam negeri. Jual beli minyak bakar ini menggunakan skema bisnis yang wajar (business to business/b to b).

External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan dengan skema bisnis itu industri tidak perlu lagi mengimpor minyak bakar. “Kami akan melayani kebutuhan MFO  pelanggan badan usaha,” kata dia kepada Katadata.co.id, Jumat (11/1).

MFO merupakan produk hasil destilasi tetapi hasil dari jenis residu yang berwarna hitam. Minyak jenis ini memiliki tingkat kekentalan yang tinggi dibandingkan Solar. MFO 180 umumnya digunakan di industri dan sektor perkapalan yang memiliki ruang bakar/boiler pada mesin industrinya.

Arya memastikan MFO yang diproduksi Pertamina dapat mencukupi kebutuhan badan usaha. Namun, Pertamina belum bisa merinci volume pasokan dan calon pelanggannya.

Akan tetapi, mengacu situs resmi Kementerian ESDM, ada sejumlah industri yang sudah diajak bicara mengenai pasokan tersebut. Rencana itu pun sudah dibahas  Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar bersama Pertamina dengan sejumlah badan usaha akhir bulan lalu.

Pembahasan itu melibatkan PT Vale Indonesia, PT Cosmic Indonesia, PT Cosmic Petroleum Nusantara, dan PT AKR Corporindo Tbk. "Rapat membahas permohonan rekomendasi ekspor untuk produk minyak bakar 180 cSt (MFO 180) yang diajukan Pertamina dan impor yang diajukan Badan Usaha lain," ujar Arcandra mengikutip situs resmi ESDM, Jumat (11/1).

Dari sejumlah badan usaha yang ikut rapat itu, baru AKR yang telah sepakat untuk mendapatkan pasokan MFO dari Pertamina. Saat ini telah memasuki pembahasan jadwal pengapalan.

Adapun pembahasan dengan Vale masih berlangsung. Pertamina pun mengikuti tender penyediaan MFO yang diadakan Vale. Namun, perusahaan pelat merah itu mendapatkan hak khusus berupa right to match pada saat sesi pembukaan harga yang dilakukan minggu pertama Januari 2019.

Jika sampai akhir Januari 2019 negosisasi Pertamina dan Vale belum selesai, maka pemerintah akan memberikan kebutuhan impor minyak bakar Vale untuk satu kali pengapalan. Dikonfirmasi terpisah, Head of Communications PT Vale Indonesia Tbk Bayu Aji Suparam tidak menjawab pesan dari Katadata.co.id.

(Baca: Beli Minyak Kontraktor, Impor Pertamina Turun 3,3 Juta Barel per Bulan)

Sementara itu, negosiasi Pertamina dengan PT Cosmic Indonesia, PT Cosmic Petroleum Nusantara, dan PT Yavindo Sumber Persada juga masih berjalan. Arcandra mengatakan Pertamina akan menawarkan harga yang dapat bersaing dengan pemasok  Singapura untuk pengadaan MFO di dalam negeri.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha