Pemerintah Akan Naikkan Gaji Pendamping Lokal Desa

Penulis: Hari Widowati

4/2/2019, 10.36 WIB

Kenaikan gaji tersebut diperkirakan akan direalisasikan pada Februari atau Maret tahun ini.

Jumlah BUMDes Meningkat Delapan Kali Lipat
[email protected]
Pelaksanan Padat Karya Tunai Dana Desa oleh warga Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Pemerintah akan menaikkan gaji Pendamping Lokal Desa (PLD) pada 2019 karena gaji PLD dinilai masih lebih rendah dibandingkan upah minimum. Kenaikan gaji tersebut diperkirakan akan direalisasikan pada Februari atau Maret tahun ini.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, kenaikan gaji PLD tersebut merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Gaji PLD saat ini berkisar Rp 2 juta hingga Rp 2,7 juta per bulan.

"Kenaikan tidak terlalu besar. Ini masih dalam proses administrasi di Dirjen PDTT terkait kenaikan gaji PLD. Insya Allah, bulan Februari atau Maret, gaji PLD sudah naik," kata Eko, seperti dilansir Antara, di Jakarta, Senin (4/2).

Kenaikan gaji PLD merupakan penghargaan dari pemerintah terhadap PLD yang telah bekerja keras mendampingi masyarakat dalam pengelolaan dana desa sehingga menjadi lebih baik dan pembangunan desa mengalami kemajuan yang pesat. Pendampingan PLD mampu meningkatkan penyerapan Dana Desa. Hasil survei juga menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap program Dana Desa mencapai 85%.

(Baca: Sri Mulyani Paparkan Hasil Penyaluran Dana Desa Selama 4 Tahun)

Eko menyebutkan, dalam empat tahun terakhir program Dana Desa telah membangun sarana dan prasaran penunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Dana tersebut digunakan untuk membangun 1.140 kilometer jembatan, jalan desa sepanjang 191.600 kilometer, 8.983 unit pasar desa, kegiatan BUMDesa sebanyak 37.830 unit, embung desa 4.175 unit, dan sarana irigasi 58.931 unit.

Selain itu, Dana Desa juga digunakan untuk membangun sarana dan prasarana penunjang kualitas hidup masyarakat desa. Seperti, pembangunan 959.569 unit sarana air bersih, 240.587 unit MCK, 9.692 unit Polindes, 50.854 unit PAUD, 24.820 unit Posyandu, serta 29,56 juta drainase.

Menurut Eko, selama empat tahun telah terjadi penurunan angka kemiskinan, penurunan angka stunting dari 37% menjadi 30%, peningkatan pendapatan per kapita hampir 50%, dan pembukaan lapangan kerja melalui program Padat Karya Tunai (PKT). Selain itu, Dana Desa juga digunakan untuk BUMDes, desa wisata, menurunkan angka pengangguran di desa, dan memperbaiki Gini ratio di desa. "Jadi, telah banyak keberhasilan yang dicapai dari Dana Desa," ujarnya.

Lebih lanjut, Eko berpesan kepada seluruh pendamping desa untuk memprioritaskan penggunaan Dana Desa 2019 untuk pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa. Dalam hal pembangunan ekonomi desa, yang paling cepat adalah dengan mendorong pengembangan desa-desa wisata.

(Baca: Presiden: Pengangkatan Penyuluh Pertanian Jadi PNS Bertahap)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha