IHSG Menguat Sejalan Optimisme Meredanya Perang Dagang AS - Tiongkok

Penulis: Muchamad Nafi

6/2/2019, 10.23 WIB

Beberapa analis menilai laju IHSG pekan pertama Februari 2019 berpotensi menembus level tertingginya sepanjang masa.

IHSG
Arief Kamaludin|KATADATA

Perekonomian global yang tidak terlalu bergolak pada pekan ini membuat sejumlah pasar modal dunia menghijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, Rabu pagi ini, pun dibuka menguat.

IHSG dibuka menguat 22,13 poin atau 0,34 persen ke posisi 6.503,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,43 poin atau 0,53 persen menjadi 1.029,48.

(Baca: Profit Taking Investor Seret IHSG Turun 0,88%)

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan pasar optimis terhadap pertemuan Amerika Serikat dan Cina terkait pembahasan perang dagang. Pasar melihat ada celah baik akan kemungkinan tercapainya kesepakatan menjelang batas akhir gencatan kedua negara. “Sentimen ini dapat mengeliminasi ancaman shutdown jilid dua,” kata Alfiansyah di Jakarta, Rabu (6/2).

Faktor inilah yang dapat menjadi katalis bagi pasar global sehingga mendorong IHSG melaju ke zona positif.  Hingga pukul 9.22 WIB, IHSG masih berada di zona hijau, menguat 45,43 poin (0,7 persen) ke posisi 6.526,88. Bursa regional, di antaranya Indeks Nikkei menguat 120,36 poin (0,58 persen) ke 20.964,81. Sedangkan indeks Hang Seng dan Straits Times tutup karena peringatan Imlek.

Sebelumnya, laju IHSG pada pekan kelima bulan lalu masih mempertahankan tren positifnya. Pada penutupan perdagangan hari Jumat (1/2), IHSG naik 0,86 persen ke level 6.538,64 dari 6.482,84 pada penutupan pekan sebelumnya. Beberapa analis pun menilai laju IHSG pekan pertama Februari ini berpotensi menembus level tertingginya sepanjang masa.

(Baca: IHSG Berpotensi Lewati Level Tertinggi Sepanjang Masa Pekan Ini)

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan ada potensi IHSG mampu melewati rekor tertinggi sepanjang masa yaitu di level 6.689,29 yang sempat dicapai pada 19 Februari tahun lalu. Beberapa faktor fundamental turut menopangnya.

Pemerintah sendiri memperkirakan produk domesti bruto (PDB) 2018 secara nominal mencapai Rp 14.735,9 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tahun lalu akan mencapai 5,15 persen atau lebih tinggi dibandingkan capaian pertumbuhan ekonomi 2017 yang sebesar 5,07 persen.

(Baca: Tunggu Bursa Saham Membaik, Dua Anak Usaha Adhi Karya IPO Semester II)

Menurut William, data perekonomian inflasi bulan Januari 2019 yang terkendali juga mampu membuat IHSG minggu ini melaju positif. Pada Jumat lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan sebesar 0,32 persen pada Januari 2019, atau 2,82 persen secara tahunan. Tingkat inflasi ini merupakan yang terendah untuk periode sama dalam tiga tahun terakhir.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha