Moody's Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI di Bawah 5% pada 2019 dan 2020

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

14/2/2019, 15.18 WIB

Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5% pada 2019 dan 2020.

Pertumbuhan Ekonomi
Arief Kamaludin|KATADATA
Lembaga Pemeringkat Internasional Moody's memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5% pada 2019 dan 2020.

Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5% pada 2019 dan 2020. Prediksi tersebut mengacu pada perkiraan belanja pemerintah yang lebih moderat dan pembangunan infrastruktur yang melambat.

Namun, Moody’s menyebut angka proyeksi tersebut masih baik. "Perkiraan ini masih lebih kuat dibandingkan rata-rata negara yang memiliki peringkat (setara dengan Indonesia) Baa2," demikian tertulis dalam siaran pers yang dikutip katadata.co.id, Kamis (14/2).

Moody’s menyinggung tentang kebijakan pemerintah mengelola defisit anggaran dan beban utang di level yang rendah. Tahun ini, pemerintah membidik defisit anggaran di level 1,84% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di bawah batas yang dibolehkan Undang-Undang Keuangan Negara yaitu 3% PDB.

Seiring level defisit tersebut, Moody’s menyebut kebijakan belanja pemerintah lebih moderat. Sementara itu, pembangunan infrastruktur diprediksi melambat.

(Baca: Ekonomi RI Perlu Tumbuh 7,5% dalam 30 Tahun untuk Jadi Negara Maju)

Di sisi lain, lembaga tersebut mencermati besarnya porsi kepemilikan asing dalam surat utang negara (SUN). Ini membuat adanya risiko dari segi arus keluar modal asing di tengah kondisi moneter global yang diperkirakan mengetat.

Adapun dari sisi global, Moody's menilai dampak dari perlambatan perdagangan global ke Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara lainnya di Asia Pasifik. Namun, pernurunan harga komoditas global akan membebani pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Prediksi Moody’s ini lebih pesimistis dibandingkan dua lembaga pemeringkat dunia lainnya, yaitu Fitch dan S&P yang memprediksikan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% tahun ini. Prediksi tersebut juga lebih pesimistis dibandingkan dengan Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang masing-masing memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dan 5,1%.

(Baca juga: Proyeksi Ekonomi 2019: Optimisme Pemerintah vs Pesimisme Lembaga Dunia)

Adapun pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memasang asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi berada di rentang 5-5,5% tahun ini.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha