Manfaatkan Media Sosial, Wardah Klaim Pimpin Penjualan Make-Up

Penulis: Michael Reily

Editor: Martha Ruth Thertina

13/3/2019, 02.00 WIB

Sukses dalam penjualan produk make-up, Wardah mengharapkan insentif pemerintah untuk menyaingi merek luar dalam penjualan produk personal care.

kosmetik wardah
Instagram @wardahbeauty

PT Paragon Technology & Innovation, produsen kosmetik halal merek Wardah, mengklaim pihaknya telah memimpin penjualan produk make-up di Indonesia. Promosi melalui media sosial menjadi salah satu kunci kesuksesan penjualan Wardah, terutama di kalangan generasi muda.

Chief Executive Officer (CEO) Wardah Nurhayati Subakat menyatakan promosi melalui media sosial lebih murah, namun bisa mengubah segmentasi konsumen dan menarik masyarakat untuk percaya pada produk lokal. "Itu cara kami menyalip produk dari luar negeri," kata dia di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (12/3).

Dia menjelaskan, produk make-up semakin menjadi kebutuhan masyarakat, terutama perempuan. Apalagi, dengan adanya tren foto selfie untuk kebutuhan dipajang di media sosial. Tren ini dilihat Wardah sebagai peluang untuk semakin luas memasarkan produknya.

(Baca: Momentum Kosmetik Lokal Unjuk Gigi)

Selain promosi berbasis digital, harga yang terjangkau menjadi kunci lain keberhasilan produk Wardah di pasaran. Nurhayati mengatakan, pihaknya terus melakukan penelitian dan pengembangan (research and development), guna mencari formula kosmetik yang baik namun ongkos produksinya murah.

Ke depan, ia mengharapkan adanya insentif dari pemerintah untuk pengembangan produk kosmetik lokal. Sebab, meski menang dalam kategori make-up, Wardah masih kalah dari produk luar seperti Unilever atau L'oreal untuk produk personal care atau kebutuhan sehari-hari seperti sampo dan sabun.

Dia menjelaskan, tren kosmetik di Indonesia sekitar 80% masih berasal dari impor. Adapun porsi permintaan untuk personal care jauh lebih besar dibandingkan make-up. Ia pun berharap, produk personal care lokal juga bisa merajai pasaran.

Adapun untuk mendorong produk kosmetik lokal, Nurhayati mengatakan pihaknya melakukan pelatihan e-commerce untuk toko-toko kecantikan tradisional. Pelatihan itu diklaim bisa mendorong penjualan hingga 10 kali lipat. Langkah tersebut dinilainya tidak mematikan toko offline lantaran ada orang-orang yang ingin melihat produk dulu sebelum membeli.

(Baca: Bukan Media Sosial Biasa, Instagram Kini Jadi Platform Bisnis)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sepanjang 2018, sektor kosmetik tumbuh hingga 17,5%, atau lebih dari tiga kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional yang di kisaran 5%. Adapun pertumbuhan kosmetik untuk laki-laki disebutnya lebih besar dibandingkan pertumbuhan kosmetik perempuan.

Airlangga juga mengamini soal peluang di era digital. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat untuk tampil menarik semakin meningkat. Di sisi lain, transaksi produk kosmetik menjadi lebih mudah. Ia pun menyinggung soal penjualan pesat produk Wardah. "Khusus Wardah pertumbuhannya bisa mencapai 40%," ujarnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan