Akulaku akan Akuisisi Bank Yudha, OJK: Belum Terima Laporan

Penulis: Rizky Alika

Editor: Happy Fajrian

3/4/2019, 08.17 WIB

OJK mengatakan Akulaku belum melaporkan rencananya untuk mengakuisisi Bank Yudha Bhakti.

Direktur Utama Bank Yudha Bhakti Denny Novisar Mahmuradi
www.yudhabhakti.co.id

Perusahaan teknologi keuangan (fintech) PT Akulaku Silvrr Indonesia akan mengakuisisi PT Bank Yudha Bhakti Tbk. (BBYB). Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku belum mendapatkan laporan mengenai proses akuisisi tersebut.

"Akulaku belum ngomong dan belum datang ke kami. Nanti kami kaji," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Heru Kristiyana di Jakarta, Selasa (2/4).

Adapun, Akulaku sebagai investor akan menyuntikan Rp 500 miliar ke Bank Yudha Bhakti secara bertahap. Direktur Utama Bank Yudha Bhakti Denny Novisar Mahmuradi mengatakan, bakal ada kombinasi antara teknologi yang dimiliki Akulaku dengan konsumen Bank Yudha Bhakti. Salah satu segmen konsumen yang dimilikinya saat ini yaitu nasabah pensiunan.

"Sementara, Akulaku punya platform untuk belanja di e-commerce apapun, seperti di Blibli atau Tokopedia, artinya dia punya market yang terbuka pakai platform itu untuk belanja," katanya.

(Baca: Akulaku Masuk, Bank Bhakti Yudha Bakal Kolaborasi Teknologi)

Dengan adanya kombinasi tersebut, nantinya konsumen Bank Yudha Bhakti dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman melalui Akulaku saat melakukan transaksi di berbagai platform e-commerce yang sudah bekerja sama dengan Akulaku.

Kendati demikian, Denny mengakui bahwa sejauh ini sebenarnya dia belum memiliki gambaran yang jelas mengenai kolaborasi lebih lanjut dengan pihak Akulaku. Dia hanya memastikan kolaborasi ini dapat menekan biaya investasi kedua perusahaan, karena tidak terjadi duplikasi.

"Saya kira ini menarik karena berbicara teknologi. Mungkin ada beberapa hal yang menurut saya siap dengan beberapa kejutan. Ini menarik sekali karena sangat beda dengan (bisnis) konvensional," kata Denny.

Dia memastikan fokus bisnis Bank Yudha Bhakti tetap pada penyaluran kredit ritel, meski Akulaku masuk sebagai pemodal. Hanya saja, ke depan mereka memiliki tambahan saluran, yaitu digital. Dengan masuknya Akulaku, Denny memperkirakan pertumbuhan kredit mereka tahun ini bisa lebih dari yang sudah tercantum di rencana bisnis bank (RBB), yakni sebesar 30 persen.

(Baca: Fintech Akulaku Dikabarkan Terima Suntikan Dana Alibaba)

Bank Yudha Bhakti merupakan bank yang masuk dalam kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) I atau bermodal inti di bawah Rp 1 triliun. Per September 2018, modal inti bank ini tercatat Rp 627,42 miliar. Adapun pemegang sahamnya adalah PT Gozco Capital (42,16 persen), Asuransi Jiwa Adisaranawhanaartha (5,95 persen), PT Asabri (23,89 persen) dan publik (28 persen).

Bank Yudha Bhakti fokus pada kredit konsumer pegawai dan pensiunan. Hingga kuartal III 2018, bank ini menyalurkan kredit sebesar Rp 4,02 triliun, dan mencatatkan laba bersih Rp 55,16 miliar. Capaian laba bersih tersebut turun dibandingkan capaian laba bersih setahun sebelumnya Rp 59 miliar. Sementara itu rasio kecukupan modal atau capital adequaty ratio (CAR) Bank Yudha Bhakti tercatat 22,29 persen.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan