Pakuwon Jati Bagi-bagi Dividen Rp 337 Miliar, 13% dari Laba 2018

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

25/6/2019, 14.27 WIB

Pakuwon Jati akan membagikan dividen setara 13% dari laba bersih 2018 atau senilai Rp 7 per lembar saham.

pakuwon jati bagi dividen, pakuwon,
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Ilustrasi suasana Bursa Efek Indonesia. RUPST Pakuwon Jati Tbk. hari ini, Selasa (25/6), memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 7 per saham dengan total Rp 337 miliar.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bakal membagikan dividen kepada pemegang sahamnya dengan total Rp 337 miliar atau setara dengan 13% dari laba bersih perusahaan tahun lalu yang senilai Rp 2,54 triliun. Dividen yang dibagikan, bernilai Rp 7 per saham, naik 17% dibandingkan dividen tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Korporasi Pakuwon Jati Minarto mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan kepada pemegang saham. Kesepakatan besaran dividen yang dibagikan perusahaan tersebut ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Sheraton, Jakarta, Selasa (25/6).

Adapun sisa dari laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham bakal digunakan untuk dana cadangan dan diinvestasikan kembali dalam perusahaan. "Untuk memperkuat basis pertunbuhan pendapatan recurring maupun development," kata Minarto usai gelaran RUPST.

Tahun lalu, laba bersih perusahaan ditopang oleh tumbuhnya pendapatan sebesar 23% menjadi Rp 7,08 triliun dari Rp 5,74 triliun pada 2017. Komposisi pendapatan tahun 2018 terdiri atas 49% pendapatan berulang (recurring) dan 51% pendapatan pengembangan (development).

(Baca: Pakuwon Peroleh US$ 168 Juta dari Obligasi Global)

"Konsisten dengan strategi perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue," kata Minarto.

Pendapatan berulang Pakuwon pada 2018 mencapai Rp 3,46 triliun naik 16,1% dibandingkan 2017 sebesar Rp 2,98 triliun. Raihan pendapatan berulang tersebut ditunjang salah satunya dari mulai beroperasinya secara penuh pusat perbelanjaan Pakuwon Mall tahap 2 dan 3 yang pada Februari 2017 dan Tunjungan Plaza Mall tahap 6 yang dibuka September 2017.

"Serta tambahan pendapatan organik dari pusat-pusat perbelanjaan ritel dan hotel-hotel existing Perseroan," kata Minarto menambahkan.

Sementara, pendapatan dari development perseroan 2018 mencapai Rp 3,61 triliun naik 30,8% dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 2,76 triliun. Hal itu ditunjang oleh pengakuan pendapatan dari apartemen Anderson Pakuwon Mall Tahap 4 serta penjualan rumah di Pakuwon City Surabaya.

Pengeluaran belanja modal 2018 yang telah dikucurkan oleh perseroan mencapai Rp 1,95 triliun untuk membiayai proyek-proyek konstruksi. Proyek-proyek tersebut adalah Kota Kasablanka Tahap 2, Tunjungan Plaza 6, Pakuwon Mall extension, dan EastCoast Mansion serta pembebasan tanah.

(Baca: Potensi Keuntungan dari Saham Properti Tertinggi)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha