Bank Dunia Pangkas Proyek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%

Penulis: Sorta Tobing

2/7/2019, 12.39 WIB

Konsumsi masyarakat pada 2019, menurut Bank Dunia, diperkirakan akan terus naik karena inflasi rendah dan pasar tenaga kerja yang kuat.

bank dunia pangkas pertumbuhan ekonomi indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dari 5,2% menjadi 5,1%.

Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dari 5,2% menjadi 5,1%. Penurunan ini dipicu oleh gejolak ekonomi global yang menyebabkan pertumbuhan pun ikut tersendat.

Selama kuartal pertama 2019, Bank Dunia melihat, terjadi peralihan pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan investasi menurun dari tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, konsumsi masyarakat dan pemerintah meningkat. Hal ini berdampak positif dalam mengurangi tekanan pada defisit neraca berjalan.

Namun, untuk mempercepat pertumbuhan dari tingkat sekarang, menurut Bank Dunia, Indonesia butuh reformasi struktural lebih banyak dan berkesinambungan. “Sambil tetap mempertahankan kebijakan fiskal dan moneter yang kokoh,” ujar Rodrigo A Chavez, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste dalam siaran persnya hari ini, Selasa (2/7).

Konsumsi masyarakat pada 2019 diperkirakan akan terus naik karena inflasi rendah dan pasar tenaga kerja yang kuat. Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander sebelumnya mengatakan, posisi fiskal yang naik saat ini membuka peluang bagi pemerintah untuk meningkatkan investasi pada sejumlah proyek infrastruktur dan rekonstruksi pascabencana.

(Baca: BI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Akan Tertahan Akibat Perang Dagang)

Pertumbuhan investasi sejak awal tahun, ia akui, memang melambat. Pertumbuhannya tahun ini diperkirakan melemah menjadi 5% dari kuartal keempat 2018 yang mencapai 6%.

Namun, momen setelah pemilu, akan mendongkrak investasi. Investor melihat ketidakpastian politik sudah berkurang. “Sentimen bisnis terhadap program reformasi yang diusulkan pemerintah semakin optimistis,” ucap Sander seperti dikutip dari Antara kemarin.

Investasi yang dilakukan melalui pembangunan gedung dan bangunan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan secara keseluruhan. Sementara, investasi pada mesin dan peralatan turun signifikan, dari 12,3% pada kuartal keempat 2018 menjadi 8,4%.

Untuk impor, tahun ini terjadi pelemahan karena investasi yang lemah. Begitu pula dengan ekspor. Akibatnya, sektor eksternal akan memberikan kontribusi sedikit terhadap pertumbuhan pendapatan tahun ini dan 2020.

Tahun depan, Bank Dunia melihat, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan pulih atau naik 0,1% menjadi 5,2%. Potensi ekonomi maritim Indonesia sangat besar untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

(Baca: Ekonomi Melambat, Analis Nilai Defisit Dagang Harus Segera Diperbaiki )

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan