AP II Pastikan Operasionalnya Berjalan Normal Meski Dirkeu di-OTT KPK

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Sorta Tobing

1/8/2019, 14.37 WIB

KPK dini hari tadi melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Direktur Keuangan AP II Andra Y Agussalam.

ott kpk direktur angkasa pura ii\r\n\r\n
ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan akan menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pembertasan Korupsi (KPK) terkait operasi tangkap tangan (OTT) direktur keuangannya pada Kamis (1/8) dini hari tadi.

PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan akan menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pembertasan Korupsi (KPK) terkait operasi tangkap tangan (OTT) direktur keuangannya pada Kamis (1/8) dini hari tadi. Perusahaan membenarkan, saat ini Direktur Keuangan AP II Andra Y Agussalam tengah diperiksa oleh komisi antirasuah.

"Kami mendukung penuh kepatuhan hukum di mana pun dan akan bekerjasama dengan pihak berwenang terhadap hal ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) VP of Corporate Communication AP II Dewandono Prasetyo melalui penyataan resmi yang dirilis pada Kamis (1/8).

Kegiatan operasional perusahaan saat ini tetap berjalan dengan normal. Hal itu juga sejalan dengan instruksi dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham pengendali AP II.

Melalui keterangan resminya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo meminta AP II dan PT Inti (Persero) untuk tetap melaksanakan dan memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air.

(Baca: Andra Agussalam, Direktur Keuangan Angkasa Pura II yang Ditangkap KPK)

Gatot menambahkan, Kementerian menghormati proses hukum dan azas praduga tak bersalah yang sedang dihadapi kedua perusahaan pelat merah tersebut. "Bersama AP II dan PT INTI, siap bekerja sama dengan KPK dalam menangani kasus ini," kata Gatot menambahkan.

Kementerian juga meminta meminta agar semua kegiatan terus berpedoman pada tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) dan terus mendukung upaya-upaya pemberian informasi yang benar dan berimbang sebagai wujud oganisasi yang menghormati hukum.

Sebagai informasi, dini hari tadi KPK menangkap lima orang, yang terdiri dari petinggi AP II dan PT INTI serta pegawai masing-masing BUMN terkait melalui operasi tangkap tangan. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan ketika dikonfirmasi di Jakarta, membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan ini diduga karena adanya transaksi dengan perusahaan BUMN lainnya yang saat ini sedang mengerjakan proyek dengan AP II.

(Baca: KPK OTT Petinggi Angkasa Pura II, Sita Dugaan Suap Rp 1 Miliar)

"Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kami telusuri dan cek kondisi lapangan, ditemukan bukti-bukti awal bahwa telah terjadi transaksi antara dua pihak dari BUMN," kata Basaria. KPK menduga telah terjadi penyerahan uang untuk salah satu direksi AP II terkait dengan proyek yang dikerjakan oleh PT INTI.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti dalam bentuk uang dalam mata uang dolar Singapura yang setara hampir  Rp 1 miliar dari direksi Angkasa Pura II. Sebagian pihak yang diamankan telah berada di kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, maka KPK akan memaksimalkan waktu 24 jam ini sebelum menentukan status hukum perkara selanjutnya.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN