Terpukul Perang Dagang, Surplus Tiongkok ke AS Turun pada Juli

Penulis: Agustiyanti

8/8/2019, 13.14 WIB

Tekanan perang dagang membuat surplus neraca dagang Tiongkok ke AS mengecil, dari US$ 29,92 miliar pada Juni menjadi US$ 27,97 miliar pada Juli.

perang dagang, tiongkok, as
Dilok Klaisataporn/123RF.com
Tekanan perang dagang membuat surplus neraca dagang Tiongkok ke AS menyempit dari US$ 29,92 miliar pada Juni menjadi US$ 27,97 miliar pada Juli.

Tiongkok mencatatkan surplus neraca perdagangan pada Juli 2019 sebesar US$ 45,06 miliar, turun dibanding bulan sebelumnya sebesar US$50,98 miliar. Sementara tekanan perang dagang membuat surplus neraca perdagangan dengan Amerika Serikat menyempit dari US$ 29,92 miliar pada Juni menjadi US$ 27,97 miliar.

Dikutip dari Reuters, data Bea Cukai Tiongkok mencatat ekspor pada Juli naik 3,3% dibanding periode yang sama tahun lalu, kenaikan paling tinggi sejak Maret. Kondisi ini berbalik dari perkiraan analis yang memperkirakan ekspor turun 2%.

Kendati demikian impor Tiongkok tercatat tetap lemah, menurun 5,6%. Hal ini disinyalir menunjukkan permintaan domestik yang masih diharapkan.

Akibat ekspor yang meningkat dan impor yang melemah, Tiongkok mengalami surplus perdagangan pada Juli sebesar US$ 45,06 miliar, turun dibanding bulan sebelumnya US$ 50,98 miliar pada Juni. Sebelumnya, analis memperkirakan surplus US$ 40 miliar pada Juli.

(Baca: Imbas Perang Dagang, Tiongkok Hapus Kuota Impor 3 Komoditas Pertanian)

AS menaikkan tarif pada mayoritas barang-barang Tiongkok pada Mei, setelah negosiasi perdagangan macet. Tiongkok pun memberikan balasan atas tindakan tersebut.

Gencatan senjata kemudian dilakukan kedua negara pada Juli setelah akhirnya para pemimpin kedua negara sepakat pada akhir Juni untuk memulai kembali perundingan dan Presiden Donald Trump menawarkan beberapa konsesi.

Namun, gencatan senjata hancur minggu lalu setelah Trump berjanji untuk mengenakan tarif 10% pada US$ 300 miliar impor Tiongkok dari 1 September, yang akan memperpanjang pungutan untuk secara efektif semua barang yang dijual Tiongkok ke Amerika Serikat. Sebagai balasan, Beijing pada Senin mengatakan akan berhenti membeli produk pertanian AS.

(Baca: Tergerus Perang Dagang, Cadangan Devisa Tiongkok Anjlok US$ 15 Miliar)

Kendati total surplus perdagangan dengan AS menurun pada Juli, total surplus perdagangan Tiongkok terhadap AS dalam tujuh bulan pertama tahun ini mencapai US$ 168,5 miliar. Memperlihatkan ketidakseimbangan yang terus menerus terjadi dalam perdagangan kedua negara yang telah menjadi keluhan utama Trump dalam negosiasi pemerintahannya dengan Beijing.

Pada hari Senin, China membiarkan yuan terdepresiasi melewati level 7 yuan per dolar untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. AS menyebut Beijing sebagai "manipulator mata uang" sebagai respons.

Capital Economics memperkirakan yuan dapat dibiarkan terdepresiasi menjadi 7,5 terhadap dolar AS tahun depan.

"Alat kebijakan paling kuat yang dimiliki para pejabat adalah nilai tukar, karena pelemahan mata uang akan secara langsung mengimbangi banyak dampak dari tarif," kata Julian Evans-Pritchard, Ekonom Senior Tiongkok di Capital Economics dalam sebuah catatan pekan lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN