IHSG Diperkirakan Naik, Saham Bank dan Tambang Direkomendasikan

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

19/8/2019, 06.59 WIB

IHSG diprediksi melaju positif, salah satunya didorong kinerja Wall Street pada akhir pekan lalu. Tapi perkembangan perang dagang masih patut diwaspadai.

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG hari ini diprediksi akan melaju positif. Sejumlah saham dapat menjadi pilihan investor.
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG hari ini diprediksi akan melaju positif. Sejumlah saham dapat menjadi pilihan investor.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Senin (19/8), diprediksi oleh beberapa analis secara teknikal bakal bergerak naik. Prediksi kenaikan IHSG hari ini sejalan dengan laju positif pada penutupan akhir pekan lalu yang naik 0,46% menjadi ke level 6.286,65.

Di sisi lain, kinerja bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) yang menutup perdagangan Jumat (16/8) dengan kenaikan yang cukup tinggi dapat menjadi katalis positif bagi IHSG dan bursa Asia pagi ini. Meskipun ada sejumlah sentimen seputar perang dagang AS-Tiongkok, serta potensi resesi global yang akan membuat investor waspada.

Pada akhir perdagangan Jumat pekan kemarin tiga indeks utama di Wall Street mengalami kenaikan lebih dari 1%. Indeks Nasdaq naik 1,67%, S&P 500 naik 1,44%, sedangkan Dow Jones naik 1,20%. Kinerja positif Wall Street didorong optimisme investor setelah Jerman memutuskan untuk meninggalkan kebijakan anggaran berimbangnya dan merencanakan defisit anggaran demi mendorong ekonomi.

Dilansir dari Reuter, analis menilai ini sebagai berita yang sangat positif namun ketidakpastian masih menanti di depan mata. "(Itu) berita yang sangat bagus tetapi analisis lebih lanjut menunjukkan ketidakpastian masih melemahkan pasar. Tingkat ketidakpastian di dunia meningkat secara signifikan, tanpa akhir yang jelas," kata analis Lennox Wealth Advisor, David Carter.

(Baca: Didorong Optimisme Pidato Nota Keuangan Jokowi, IHSG Naik 0,46%)

Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Dari dalam negeri, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG telah berhasil kembali di atas moving average 20 hari dan mencoba mengkonfirmasi pergerakan pembalikan arah tren.

Pergerakan IHSG hari ini masih akan terlihat tertahan menghadapi ujian resistance bearish tren dan Moving Average 20 hari serta 50 hari sebagai konfirmasi pergerakan tren berbalik menjadi uptrend.

"Dengan break out bearish trend di kisaran 6.300. Indikator Stochastic terkonsolidasi dengan RSI yang melaju mendekati momentum overbought. Sehingga kami proyeksikan IHSG hari ini akan bergerak cenderung menguat tertahan di awal pekan pada support-resistance 6.266-6.328," kata Lanjar dalam risetnya.

Saham-saham yang masih menarik menurut Lanjar pada perdagangan hari ini, secara teknikal, di antaranya WTON, GGRM, HMSP, BBTN, BMRI, ADRO, PTBA, SCMA, dan ADHI.

(Baca: Ancaman Resesi Seret Wall Street Turun, Bursa Asia Ikut Rontok)

Sementara itu analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, IHSG hari ini diprediksi bergerak pada level antara 6.123 hingga 6.372 secara teknikal. Menurutnya, peluang pergerakan IHSG hari ini masih terlihat peluang besar untuk terus melanjutkan kenaikan jangka panjangnya.

"Capital inflow tercatat masih menjadi salah satu faktor penopang kuatnya peluang IHSG hari ini untuk kembali merangkak naik," kata William dalam risetnya. Beberapa saham rekomendasinya yaitu HMSP, WIKA, TLKM, BJTM, BBNI, BBCA, JSMR, AKRA, ASII, dan ICBP.

Sedangkan analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyatakan, support pertama maupun kedua IHSG hari ini memiliki kisaran 6.198,07-6.161,66. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki IHSG hari ini memiliki kisaran 6.319,44-6.381,54.

Berdasarkan indikator, MACD masih berada di area negatif. Sementara itu, terlihat bahwa Stochastic dan RSI berada di area netral. "Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan masih adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini sehingga berpeluang menuju ke area resistance," kata Nafan.

(Baca: Dituding Palsukan Laporan Keuangan, Saham GE Anjlok 11%)

Ada pun sejumlah rekomendasi saham yang disampaikan oleh Nafan berdasarkan analisa teknikal, untuk dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

- ADRO, dengan akumulasi beli pada level 1.010–1.040, dengan target harga secara bertahap di level 1.120, 1.225 dan 1.380. Support: 975.
- ASII, dengan akumulasi beli saat sedang lemah pada area level 6.400–6.500, dengan target harga secara bertahap di level 6.750, 7.000, 7.200, 7.600 dan 8.000. Support: 6.300.
- BBCA, dengan akumulasi beli pada area level 29.300–30.000, dengan target harga secara bertahap di level 30.300, 30.725 dan 32.400. Support: 29.050.
- BBNI, dengan akumulasi beli pada area 7.800–8.000, dengan target harga di level 8.250, 8.625, 9.075 dan 9.800. Support: 7.800 & 7.500.
- PTBA, dengan akumulasi beli pada area level 2.350–2.450, dengan target harga secara bertahap di level 2.620, 2.730 dan 3.400. Support: 2.350 & 2.000.
- SCMA, dengan akumulasi beli pada saat harga melemah pada area 1.230–1.250, dengan target harga secara bertahap di level 1.345 dan 1.470. Support: 1.160.
- UNTR, dengan akumulasi beli pada area 20.400–20.600, dengan target harga secara bertahap di 21.575, 23.875 dan 25.500. Support: 19.800.

(Baca: Rating Utang Terancam Tak Layak Investasi, Saham Agung Podomoro Anjlok)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN