Subsidi Dipangkas, Sri Mulyani Siapkan Perubahan Harga BBM Tahun Depan

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

20/8/2019, 19.50 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani memangkas alokasi subsidi BBM dalam RAPBN 2020 sebesar Rp 20,8 triliun, turun dari alokasi tahun ini Rp 32,3 triliun.

menteri keuangan, sri mulyani
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penurunan besaran subsidi energi disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang diasumsikan lebih kuat pada 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memangkas alokasi subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 dari Rp 142,6 triliun dalam outlook tahun ini menjadi Rp 137,5 triliun.

Jika dirinci, subsidi BBM turun dari Rp 32,3 triliun pada tahun ini menjadi Rp 20,8 triliun, subsidi LPG 3 kg turun dari Rp 58 triliun menjadi Rp 54,4 triliun. Sedangkan subsidi listrik dipatok Rp62,2 triliun, naik 9,9 triliun dibanding tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penurunan besaran subsidi energi disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang diasumsikan lebih kuat pada 2020. Pemerintah mematok asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2020 sebesar Rp 14.400 per dolar AS, menguat dari APBN 2019 sebesar Rp 15 ribu per dolar AS.

"Seperti saya sudah sampaikan berkali-kali, alokasi anggaran subsidi di dalam APBN basisnya adalah volume. Volume itu berdasarkan konsumsi dari barang subsidi tersebut, apakah itu diesel, LPG 3 kg, listrik, dan kemudian dikaitkan dengan harganya," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/8).

(Baca: JK: Anggaran Pembangunan dan Subsidi Papua Capai Rp 100 Triliun)

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah akan terus mengamati pergerakan nilai tukar rupiah serta harga komoditas ke depan yang mempengaruhi harga keekonomian BBM, LPG, dan listrik. Hal ini, menurut dia, lantaran kedua faktor tersebut merupakan faktor yang gampang berubah atau dinamis.

"Dan dalam realitanya, besarnya volume dan perubahan dinamika  bisa mempengaruhi dari sisi harga. Jadi enggak sama persis dengan asumsi," ucap dia. 

Ia tak menampik pengurangan subsidi akan mempengaruhi harga BBM dan LPG. Untuk itu, pemerintah akan fokus menjaga kondisi ekonomi agar asumsi-asumsi makro yang dibuat tak banyak meleset.

(Baca: Subsidi Dipangkas, Pertamina Isyaratkan Potensi Kenaikan Harga Solar)

Dalam nota keuangan RAPBN 2020, perhitungan anggaran subsidi BBM dan LPG ditetapkan berdasarkan sejumlah faktor yang mempengaruhi. Faktor tersebut mencakup nilai tukar rupiah, harga minyak Indonesia (ICP), volume bersubsidi sebesar 15.876 ribu kilo liter, subsidi terbatas minyak solar Rp 1.000 per liter, dan volume LPG tabung 3 kg sebesar 7 juta metrik ton.

Sementara itu, arah kebijakan subsidi listrik  diarahkan untuk golongan tarif tertentu dan meningkatkan rasio elektrifikasi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN