SKK Migas Sebut Ada 109 Basin di Indonesia Siap Dieksplorasi

Penulis: Febrina Ratna Iskana

5/9/2019, 12.41 WIB

Minimnya kegiatan eksplorasi selama ini karena sulitnya mengakses data migas.

SKK Migas, Konvensi Migas, Eksplorasi migas
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). SKK Migas mencatat ada 109 basin dari 248 basin yang belum dieksplorasi. SIsanya 19 basin sudah diproduksi.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan jumlah kegiatan eksplorasi di Indonesia masih minim. Padahal ada 109 basin yang bisa dieksplorasi dari 128 cekungan migas di Indonesia.

Akibatnya, jumlah cadangan migas Indonesia terus turun. Total cadangan minyak Indonesia saat ini hanya 3,2 miliar barel dan cadangan gas 52,5 triliun kaki kubik.

Dengan jumlah cadangan yang terus berkurang dan kegiatan eksplorasi yang minim membuat produksi migas Indonesia terus turun. "Penurunan ini karena kita lebih sedikit discovery dan eksplorasi. Penemuan terakhir di Banyu Urip, ada juga Masela,"ujar Wakil Kepada SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman dalam acara IPA Convention and Exhibition 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada Kamis (5/9).

Makanya SKK Migas ingin seluruh kontraktor kembali terlibat dalam kegiatan eksplroasi. Dengan begitu, target produksi migas sebesar 1 juta barel per hari (BOPD) pada 2030 bisa tercapai. "Kami optimis capai target tersebut,"katanya.

(Baca: Eksplorasi dan EOR Jaga Asa Capai Produksi Minyak 1 Juta BOPD di 2030)

Salah satu upaya yang dilakukan SKK Migas dan Kementerian ESDM adalah membuka akses data migas. Fatar menyebut, pemberian akses data migas pada investor dapat meningkatkan produksi.

"Ini terobosan bagi kita, bandingkan dalam beberapa tahun terakhir, investor susah akses data. Sekarang walaupun masih susah, tapi masih agak terbuka," ujar Fatar.

Dengan keterbukaan data tersebut, SKK berharap ada penemuan cadangan yang besar. Saat ini ada 10 wilayah prospektif yang terdiri dari wilayah Sumatera Utara (Mesozoic Play), Sumatera Tengah (Basin Center), dan Sumatera Selatan (Fractured Basement Play).

Ada juga wilayah prospektif yang berada di Offshore Tarakan, NE Java-Makassar Strait, Kutai Offshore, Buton Offshore, Northern Papua (Plio-Pleistocene & Miocene Sandtone Play), Bird Body Papua (Jurassic Sandstone Play), dan Warim Papua.

(Baca: SKK Migas: Potensi Cadangan Migas di Musi Banyuasin Setara Sakakemang)

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan