Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Menguat 0,15% ke Rp 14.078 per Dolar

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Happy Fajrian

19/9/2019, 09.27 WIB

Masih ada potensi pelemahan rupiah karena pernyataan The Fed yang mengindikasikan tidak akan ada pemangkasan suku bunga lagi tahun ini.

nilai tukar rupiah, the fed, pangkas suku bunga,
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Ilustrasi, seorang petugas bank menghitung mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,15% pagi ini menjadi Rp 14.078 per dolar pasca The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat hari ini, Kamis (19/9). Mengutip Bloomberg, rupiah ditransaksikan pada level Rp 14.078 per dolar AS atau  menguat 0,15% dibanding sesi penutupan kemarin.

Penguatan rupiah salah satunya dipengaruhi oleh keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 basis poin menjadi 1,75% sampai 2% pada Rabu (18/9).

Meski sedang menguat, Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan, terdapat potensi pelemahan rupiah hari ini. "Meski bank sentral AS The Fed memangkas suku bunga, tapi pernyataan Ketua Fed Jerome Powell kemungkinan akan lemahkan rupiah," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Kamis (19/9).

Selain rupiah, beberapa mata uang Asia turut mencatatkan penguatan terhadap dolar AS, seperti yen Jepang yang menguat 0,25%, dolar Hongkong 0,03%, rupee India 0,77%.

(Baca: Antisipasi Resesi Ekonomi Global, The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps)

Namun tak seluruh mata uang Asia perkasa, beberapa di antaranya terlihat mengalami pelemahan terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Dolar Singapura turun 0,2%, dolar Taiwan 0,07%, won Korea Selatan 0,24%, peso Filipina 0,28%, yuan Tiongkok 0,07%, ringgit Malaysia 0,18%, dan baht Thailand 0,06%.

Adapun pemangkasan suku bunga yang dilakukan Fed ini merupakan pemangkasan yang kedua kalinya tahun ini. Pemangkasan pertama terjadi pada Juli 2019 lalu, juga sebesar 25 basis poin.

Namun, usai pemangkasan dilakukan, Jerome mengatakan ada kemungkinan Fed akan kembali melakukan pemangkasan suku bunga tahun ini jika ekonomi AS mengalami pelemahan. Namun dia melanjutkan bahwa saat ini ekonomi AS cukup solid dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan tingkat inflasi yang diperkirakan akan mencapai 2% seperti prediksi Fed sebelumnya.

Di sisi lain, Ariston menuturkan, hari ini pasar menunggu kebijakan Bank Indonesia (BI) yang juga akan mengumumkan arah kebijakan moneternya. "Bisa jadi BI ikut memankas 25 basis poin (bps)," ucap dia yang kemudian memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak di Rp 14.030 - Rp 14.150 per dolar AS.

(Baca: The Fed Pangkas Suku Bunga, IHSG Hari Ini Diprediksi Naik)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan