Polisi Sebut 265 Mahasiswa Dirawat Usai Demonstrasi di Gedung DPR

Penulis: Ameidyo Daud

25/9/2019, 16.34 WIB

Salah satu yang menjadi korban luka serius adalah mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) bernama Faisal Amir.

mahasiswa, Polisi, Dirawat di RS.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Polisi mencatat 265 mahasiswa terima perawatan usai aksi demonstrasi, Selasa (25/9).

Polda Metro Jaya mencatat 265 mahasiswa dirawat terdampak bentrokan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari Selasa (24/9) kemarin. Sebanyak 254 mahasiswa menjalani rawat jalan, sedangkan 11 saat ini  dirawat inap.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan penyebab perawatan bermacam-maca, dari terkena gas air mata hingga saling dorong. Aksi kemarin berakhir rusuh dengan tembakan water cannon untuk membubarkan mahasiswa.

“Kami akan dalami insiden itu,” kata Gatot di Jakarta, Rabu (25/9).

(Baca: AJI Kecam Tindak Kekerasan kepada Jurnalis Saat Demonstrasi di DPR)

Gatot juga mengatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono akan menjenguk mahasiswa yang dirawat di rumah sakit.

Salah satu yang menjadi korban luka serius adalah Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Faisal yang mengalami luka di bagian kepala dan patah tulang bahu kanan saat ini dirawat di Rumah Sakit Pelni.

Operasi sudah dilakukan oleh pihak dokter, namun kondisi Faisal belum stabil sehingga pengawasan intensif dilakukan. Sedangkan penyebab kejadian yang dialami mahasiswa Fakultas Hukum tersebut belum diketahui.

“Progres cukup memuaskan tapi masih dalam keadaan yang tidak stabil,” kat Direktur RS Pelni dr Dewi Fankhuningdyah.

(Baca: Mahasiswa Korban Tembakan Gas Air Mata Dirawat di Rumah Sakit)

Aliansi Mahasiswa Indonesia Menggugat (AMIM) mengatakan 140 korban dirawat di tiga rumah sakit yakni RS Pusat Pertamina (RSPP), RS Pelni dan RS Medistra. Korban paling banyak mengalami sesak nafas setelah tembakan gas air mata aparat.  Selain itu keluhan lemas, kelelahan dan beberapa luka memar juga dialami para demonstran.

Salah satu mahasiswa korban bernama Noufal Siregar (19 tahun) dari Universitas Pertamina hari ini kembali melakukan pemeriksaan kondisinya di RSPP. Noufal mengaku terkena tembakan peluru karet yang mengakibatkan wajahnya memar dan mendapatkan dua jahitan di dalam pipinya.

"Nggak terlalu jelas sih,  tiba-tiba saya merasa kena pukulan keras dan jatuh. Teman-teman yang membawa saya bilang terkena tembakan peluru karet," ujar Naufal.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Amiruddin Al-Rahab yang mendatangu korban luka di RSPP mengatakan sedang mengumpulkan bukti dan kesaksian dari para korban.

"Komnas HAM akan menyampaikan hasil pantauan termasuk bukti-bukti yang kami kumpulkan,” ujar dia.

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus berdemonstrasi di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kemarin. Para mahasiswa menolak sejumlah hal, di antaranya Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi dan pengesahan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Demonstrasi mahasiswa juga terjadi di beberapa daerah lainnya.

Reporter: Dorothea Putri Verdiani (magang)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan