Kuota Solar Subsidi Bakal Habis November, Truk Diminta Pakai BBM Umum

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

27/9/2019, 21.11 WIB

BPH Migas memutuskan tidak menambah kuota solar subsidi. Sebab, tidak ada pembahasan APBNP pada tahun ini.

BPH Migas, solar subsidi
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi, mesin SPBU yang menjual solar. BPH Migas memproyeksi kuota solar subsidi akan habis pada November 2019.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan kuota solar subsidi akan habis pada akhir November 2019. BPH Migas pun meminta pengguna truk mengunakan solar non subsidi.

Biarpun asosiasi pengguna truk telah meminta BPH Migas mencabut larangan tersebut. Komite BPH Migas Sumihar Pandjaitan mengatakan jenis mobil tangki BBM, mobil tangki CPO, dump truck, truck trailer, truk gandeng, dan mobil molen (pengaduk semen) tetap dilarang menggunakan solar bersubsidi.

Menurut Sumihar, pengguna truk telah mendapatkan pasokan solar subsidi sejak Januari hingga September. Hal tersebut yang menyebabkan kuota subsidi solar habis sebelum akhir tahun.

"Kami minta partisipasinya lah, sudah menikmati dari Januari hinga Oktober. Terus kami bikin edaran ini mbok ya eman-eman ," ujar Sumihar saat ditemui di Gedung JCC, Jumat (27/9).

(Baca: Tak Jual Solar Bersubsidi, AKR Corporindo Berbisnis Hingga Berseni)

Apalagi BPH Migas telah memutuskan tidak akan menambah kuota solar subsidi tahun ini. Sebab, pemerintah tidak membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun ini. 

Dengan begitu, pengguna solar subsidi diharapkan menggunakan BBM jenis umum. "Kami sediakan untuk non subsidi. Tergantung desakan para asosiasi ini kan, yang disayangkan itu saja. Kalau dia dari Januari sampai September sudah menikmati, masak tiga bulan ini tidak mau berkorban," katanya.

Di sisi lain, Kepala BPH Migas Fanshurullah Assa mengatakan BPH Migas telah menerbitkan surat edaran yang membatasi konsumsi solar subsidi untuk beberapa jenis kendaraan. Dengan begitu, kuota solar subsidi diharapkan cukup hingga akhir tahun. 

"Misalnya truk roda enam maksimal 60 liter per hari. Kalau satu liter 10 kilometer , satu hari berarti 600 kilometer jalannya. Roda empat dibatasi 30 liter. ini pembatasan mengacu Perpres supaya BBM subsidi tetap ada sampai akhir tahun," ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan kuota solar subsidi tahun ini sebesar 14,5 juta kiloliter (KL). Jumlah tersebut lebih rendah dari kuota tahun lalu sebesar 15,6 juta KL

(Baca: Banyak Terjadi Penyelewengan, Kuota BBM Subsidi Tahun Ini Jebol)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan