Gojek Sebut Ada Peluang GoPay Jadi Unit Bisnis Terpisah

Penulis: Desy Setyowati

3/10/2019, 16.06 WIB

Namun, Gojek menegaskan bahwa kepemilikan dan kendali penuh atas layanan yang disediakan adalah hal penting.

 Gojek sebut ada peluang layanan pembayaran menjadi unit usaha terpisah.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi Gopay di acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center,  Jakarta (23/9).  Gojek sebut ada peluang layanan pembayaran menjadi unit usaha terpisah.

Presiden Gojek Andre Soelistyo menyampaikan, perusahaannya mengendalikan penuh berbagai lini bisnis yang ada di platform, sehingga aplikasinya bisa disebut superapp. Namun, menurutnya ada peluang GoPay terpisah dari platform Gojek.

Ia menegaskan, filosofi Gojek adalah grup produk. “Kami melihat setiap grup produk memiliki memainkan peran yang berbeda untuk mendukung strategi,” kata Andre dalam acara Asia PE-VC Summit 2019 dikutip dari DealStreetAsia, kemarin (2/10).

Sesuai dengan filosofi itu, Gojek menilai kepemilikan dan kendali penuh atas setiap layanan di platform adalah hal yang penting untuk mempertahankan sinergi dalam mencapai tujuan. Perihal peluang ada layanan terpisah dari platform Gojek, menurutnya unit bisnis khusus pembayaran merupakan yang paling masuk akal.

“Akan ada satu titik di mana (struktur) vertikal (bisnis) tertentu mungkin perlu memiliki pemegang saham dan tata kelola mereka sendiri, ketika model bisnisnya terkait peraturan atau punya ekosistem yang lebih besar di luar platform. Jadi mungkin itu persoalannya,” kata dia.

Mengacu pada beberapa pertimbangan itu, menurutnya layanan khusus pembayaran yang paling memungkinkan. “Dan tentu saja, untuk pembayaran, itu alasan mengapa Ant Financial dipisahkan dari Alibaba, lalu PayPal dari eBay,” kata Andre.

(Baca: Peluang Konsolidasi Fintech di Mata GoPay, OVO dan DANA)

Ia mengatakan, pemisahan layanan seperti yang dilakukan Alibaba dan eBay adalah yang umum. Unit bisnis tersebut juga memiliki misi yang lebih besar untuk membangun ekosistem di luar induk usaha. “Kami tidak berdiskusi terkait hal itu dalam waktu dekat ini,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa Gojek tidak pernah mengatakan ‘tidak pernah’. “Itu (layanan pembayaran terpisah) mungkin salah satu dari hal yang kami tidak akan pernah mengatakan tidak pernah,” kata dia.

Sekitar 50% transaksi di aplikasi Gojek menggunakan layanan pembayaran GoPay. Selain itu, GoPay meningkatkan transaksi di luar ekosistem Gojek dengan menggaet Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

GoPay mencatat, jumlah pengguna aktif rerata naik 90% dan mitra mikro tumbuh 69 kali. Sedangkan transaksi di luar ekosistem Gojek tumbuh 25 kali sejak diperkenalkan.

Pesaing Gojek yakni Grab pun memiliki unit bisnis khusus di bidang keuangan, yakni Grab Financial. Grab bahkan sudah memperoleh akses lisensi uang elektronik (e-money) di Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Myanmar.

Grab Financial Group diluncurkan pada Maret 2018. Grab mencatat, pertumbuhan transaksi bulanan layanan ini mencapai hampir lima kali lipat hingga akhir tahun lalu. Perusahaan ini pun fokus mengembangkan tiga layanannya, yakni pembayaran, perlindungan, dan pinjaman.

(Baca: GoPay, OVO, LinkAja dan DANA Ungkap Soal Strategi ‘Bakar Uang’)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan