Bank Dunia Puji Pengelolaan Utang Indonesia

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

10/10/2019, 18.25 WIB

Total utang pemerintah pusat hingga Agustus 2019 mencapai Rp 4.680 triliun dengan rasio terhadap PDB sebesar 29,8%.

utang pemerintah
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Total utang pemerintah pusat hingga Agustus 2019 mencapai Rp 4.680,19 triliun.

Bank Dunia menyebut Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup baik dalam mengelola utang. Hal ini karena level utang Indonesia masih berada dalam batas yang wajar.

"Indonesia melakukan pekerjaan yang bagus dalam mengelola utang dengan rasio terhadap PDB di kisaran 30%, bahkan di bawah itu yang merupakan level yang wajar," ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Andrew Mason dalam Video Conference di Bangkok, Kamis (10/10).

Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah pusat hingga Agustus 2019 mencapai Rp 4.680,19 triliun, naik 7,3% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 4.363,19 triliun. Sementara rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 29,8%. 

Adapun realisasi pembiayaan utang hingga akhir Agustus 2019 mencapai Rp284,78 triliun. Pembiayaan utang terutama dipenuhi dari penerbitan surat berharga negara (SBN) yang mencapai 290,7 triliun, sedangkan penarikan pinjaman justru negatif Rp5,97 triliun.

(Baca: Bank Dunia Pangkas Lagi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia)

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang tentang Keuangan Negara No. 17 tahun 2003, rasio utang dibatasi dengan jumlah maksimal 60% dari PDB. Dengan demikian, rasio utang Indonesia masih sangat jauh dari batas maksimal.

Namun, Andrew tetap menyarankan agar Indonesia tetap berhati-hati dalam mengelola utang. "Terutama yang harus dipeerhatikan risiko utang di tengah perlambatan ekonomi yang ada di kawasan Asia Timur dan Pasifik," ucap dia.

Pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan melambat dari 6,3% pada tahun 2018 me jadi 5,8% pada 2019. Kemudian 5,7% dan 5,6% masing-masing pada 2020 dan 2021.

(Baca: Peringkat Daya Saing Indonesia Turun, Makin Tertinggal dari Malaysia)

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan sebesar 5% pada 2019, Malaysia 4,6%, Filipina, 5,8%, Thailand 2,7%, Vietnam 6,6%, Kamboja 7%, Laos 6,5%, Myanmar 6,6%, Mongolia 6,9%, Fiji 2,7%, Papua Nugini 5,6%, serta Timor Leste 4,2%.

Andrew melanjutkan, strategi pengelolaan utang yang baik sangat penting bagi pemerintah. Bank Indonesia (BI) juga dinilai perlu memfokuskan peran dalam memperhatikan rasio utang. 

Dalam laporannya, Bank Dunia memproyeksikan rasio utang Indonesia terhadap PDB pada 2019 dan 2020 akan mencapai 30,1%. Lalu turun pada 2021 menjadi 29,9% terhadap PDB.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2019, utang pemerintah diprediksi akan bertambah 18,9% menjadi Rp 5.269 triliun di akhir tahun ini seperti termuat dalam databooks di bawah ini.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan