Menteri ESDM Arifin Tasrif Bakal Fokus Benahi Defisit Migas

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

23/10/2019, 16.11 WIB

Arifin juga mengajak seluruh pegawai Kementerian ESDM untuk bekerja semaksimal mungkin membangun sektor energi dan minerba.

Menteri ESDM Arifin Tasrif
Katadata/verda nano s
Menteri ESDM Arifin Tasrif (kiri) dalam acara serah terima jabatan dari mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) yang didamping Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan).

Arifin Tasrif resmi menduduki posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah serah terima jabatan dari Ignasius Jonan pada Rabu (23/10). Arifin menyatakan dirinya akan fokus membenahi impor migas.

Pasalnya, impor migas yang tinggi hingga saat ini menjadi faktor utama defisit neraca perdagangan Indonesia. "Saat ini kita mengalami defisit, neraca perdagangan yang harus dibenahi," kata Arifin dalam sambutannya di Gedung Kementerian ESDM.

Arifin pun meminta seluruh pegawai Kementerian ESDM untuk bekerja semaksimal mungkin untuk membangun sektor ESDM. Di samping itu, dia mengaku terbuka terhadap segala masukan yang diberikan untuk kemajuan sektor energi dan minerba.

"Kalau ada hal-hal yang bisa dibahas bersama, kita bisa lakukan. Kita perlu kerja sama dengan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan negara ini," kata Arifin.

(Baca: Pesan Jonan Kepada Menteri ESDM Baru: Tingkatkan Peran SKK Migas)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2019 kembali defisit. Penyebabnya, impor migas yang tetap tinggi serta surplus perdagangan nonmigas yang terbatas.

Neraca perdagangan migas mengalami defisit US$ 761,8 juta. Di mana nilai ekspor migas nasional hanya mencapai US$ 830,1 juta, sedangkan impor migas sebesar US$ 1,59 miliar.

Surplus neraca perdagangan migas hanya mencapai US$ 601 juta, hasil ekspor nonmigas sebesar US$ 13,27 miliar, sedangkan impor hanya US$ 12,67 miliar. Alhasil, neraca perdagangan Indonesia kembali defisit US$ 160,5 juta

Ini merupakan defisit yang keempat kalinya dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Secara kumulatif, defisit neraca perdagangan periode Januari-September 2019 turun 49% menjadi US$ 1,95 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai US$ 3,82 miliar. Selengkapnya dalam Databoks berikut ini :

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan