Usai 10 Hari Reli Naik, IHSG Anjlok 1,34% Karena Aksi Ambil Untung

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

25/10/2019, 17.53 WIB

Aksi profit taking dilakukan investor domestik yang ramai-ramai melepas sahamnya di pasar.

ihsg hari ini, ihsg, profit taking investor,
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (25/10), ditutup terkoreksi sebesar 1,38% menjadi di level 6.252,34. Koreksi ini menjadi yang pertama, setelah dalam 10 hari perdagangan secara berturut-turut IHSG selalu ditutup di zona hijau.

Menurut analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, terkoreksinya IHSG hari ini disebabkan oleh faktor psikologis. "Jadi, ada aksi profit taking. Apa lagi, hal ini biasanya terjadi pada hari Jumat," ujarnya kepada Katadata.co.id sore ini.

Senada, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan, koreksi IHSG hari ini lantaran volume perdagangan yang mulai turun dan membuat tren kenaikan IHSG semakin terbatas. Sehingga, IHSG rawan dengan aksi profit taking  atau ambil untung investor dalam jangka pendek.

Profit taking hari ini terutama dilakukan oleh investor domestik yang membukukan penjualan bersih saham di seluruh pasar sebesar Rp 52,02 miliar yang seluruhnya diserap oleh investor asing. Saham-saham yang menjadi buruan investor asing di antaranya Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan Gudang Garam Tbk (GGRM).

(Baca: Ada Aksi Ambil Untung Investor Domestik, IHSG Sesi I Terkoreksi 0,57%)

Tercatat, total volume saham yang diperdagangkan pada hari ini sebanyak 20,1 miliar saham, dengan nilai transaksi totalnya mencapai Rp 10,19 triliun, dan dengan frekuensi transaksi sebanyak 499.722 kali. Pada perdagangan hari ini ada 145 saham yang bergerak naik, 238 saham turun, dan 172 saham yang stagnan.

Berdasarkan indeks sektoral, seluruh sektor tercatat terkoreksi pada perdagangan hari ini. Namun koreksi terbesar terjadi pada sektor industri dasar yang anjlok 2,79%. Turunnya indeks sektor ini dipimpin oleh Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) anjlok hingga 9,86% menjadi Rp 6.625 per saham.

Kemudian saham Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), yang juga tergabung dalam sektor tersebut, terkoreksi 2,62% menjadi Rp 9.300 per saham. Semen Indonesia (SMGR) pada perdagangan hari ini juga ditutup turun hingga 1,38% menjadi Rp 12.525 per saham.

Sementara itu, bursa saham utama di Asia lainnya menutup perdagangan dengan kinerja yang bervariasi. Hang Seng Index pada perdagangan hari ini turun 0,49%. Sementara, Shanghai Composite Index naik 0,48%, Strait Times Index naik 0,53%, Nikkei 225 naik 0,22%, serta, Kospi naik 0,11%.

(Baca: Dirutnya Jadi Wakil Menteri BUMN, Saham Bank Mandiri Anjlok 2,42%)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan