Pertumbuhan Industri Manufaktur Kian Melambat pada Kuartal III 2019

Penulis: Agustiyanti

1/11/2019, 18.04 WIB

Pertumbuhan industri manufaktur pada kuartal III 2019 sebesar 4,35%, melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,04%.

industri manufaktur
Deni Sugiarto
Ilustrasi. BPS mencatat pertumbuhan industri manufaktur pada kuartal III 2019 sebesar 4,35%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi industri manufaktur pada kuartal III 2019 sebesar 4,35% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut kian melambat dibandingkan kuartal III 2018 yang mencapai 5,04% dan kuartal III 2017 sebesar 5,06%.

"Pertumbuhan produksi manufaktur pada kuartal III 2019 didorong oleh kenaikan produksi pada industri pencetakan dan reproduksi media rekaman," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Jumat (1/10).

(Baca: Aktivitas Manufaktur Tiongkok Lesu, Harga Minyak Anjlok 1%)

Selain industri tersebut, menurut Suhariyanto, industri pakaian jadi mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,29%, industri minuman naik 15,19%, industri pengolahan lainnya naik 12,52%, dan industri makanan naik 5,13%.

Namun, sejumlah industri mencatatkan penurunan produksi. Industri barang logam, bukan mesin, dan peralatannya turun 22,95%, industri karet, barang dari karet dan plastik turun 16,63%, dan industri mesin dan perlengkapan turun 12,75%. Kemudian industri pengolahan tembakau turun 12,73% dan industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer turun 12,32%.

(Baca: Menaker Nilai Kenaikan Upah Minimum Provinsi 8,51% Sudah Ideal)

Berdasarkan provinsinya, pertumbuhan industri terutama terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara mencapai 23,56%, Gorontalo sebesar 23,19%, Kalimantan Barat 19,13%, Sulawesi Tengah naik 18,17%, dan Lampung Naik 15,97%,

Adapun provinsi-provinsi yang pertumbuhan industrinya mnengalami penurunan, yakni Jambi mencapai 47,2%, Maluku Utara 28,62%, Sumatera Barat 22,21%, Papua Barat 22,2%, dan Aceh 21,88%.

Sementara itu, pertumbuhan produksi industri manufaktur, mikro, dan kecil kuartal III 2019 naik 6,19%, Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri logam dasar, naik 18,64 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan pertumbuhan produksi terbesar adalah industri pengolahan tembakau, turun 44,78 persen

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan