Bersaing dengan E-Commerce, WhatsApp Rilis Fitur Katalog di Indonesia

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

8/11/2019, 19.19 WIB

Perusahaan rempah-rempah Indonesia sudah pakai fitur ini versi beta.

WhatsApp luncurkan fitur katalog, mudahkan pebisnis memamerkan produknya ke konsumen
Katadata
Ilustrasi. WhatsApp luncurkan fitur katalog, mudahkan pebisnis memamerkan produknya ke konsumen.

WhatsApp Business meluncurkan fitur katalog di Indonesia, Brasil, Jerman, India, Meksiko, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) kemarin (7/11). Perusahaan teknologi ini mengklaim, fitur ini memudahkan para pebisnis memamerkan produknya lewat aplikasi percakapan.

Product Manager WhatsApp Amrit Pal mengatakan, para pebisnis bercerita bahwa WhatsApp merupakan platform bagi mereka untuk berkomunikasi dengan konsumen. “Kami membuka babak baru perdagangan (lewat fitur ini),” kata dia dikutip dari Reuters, Jumat (8/11).

Dalam situs resmi WhatsApp, katalog adalah etalase seluler bagi pebisnis memamerkan dan membagikan produknya ke konsumen. Bagi calon pembeli, fitur ini memudahkan mereka menelusuri etalase.

Sebelumnya, pebisnis harus mengirimkan foto produk satu per satu ke konsumen. “Ini membuat pemilik bisnis terlihat lebih profesional dan pelanggan semakinterlibat dalam obrolan tanpa harus mengunjungi situs web,” demikian dikutip dari situs resmi WhatsApp.

(Baca: Fitur Belanja di Instagram Diprediksi Tambah Pendapatan Facebook)

Pebisnis juga bisa menambahkan informasi harga, deskripsi dan kode produk. Fitur anyar ini juga diklaim menghemat ruang penyimpanan pada ponsel pebisnis maupun pelanggan. Fitur ini pun tersedia di ponsel Android dan iPhone.

WhatsApp berencana meluncurkan fitur ini ke seluruh dunia dalam beberapa minggu ke depan. "Kami tidak sabar untuk mendengar bagaimana katalog membantu bisnis kecil terhubung dengan pelanggan mereka dan tumbuh," kata WhatsApp dalam situs resminya.

(Baca: Riset Facebook: 91% Konsumen Menyukai Fitur Chat saat Belanja Online)

Salah satu pebisnis di Indonesia yang menggunakan fitur ini dalam versi beta, yakni Agradaya. Perusahaan rempah-rempah ini mengatakan, Katalog memudahkan pelanggan mempelajari produk mereka.

Sebelumnya, Director of Communication WhatsApp Sravanthi Dev mengatakan, WhatsApp Bussiness menguji coba fitur katalog di Indonesia sejak bulan lalu. “Akan lebih sederhana dibanding itu (fitur katalog di Instagram),” kata dia di sela-sela acara Facebook Indonesia Summit di Jakarta, Rabu (16/10) lalu. 

Saat ini, WhatsApp memiliki 1,5 miliar pengguna secara global. Sedangkan khusus untuk WhatsApp Bussiness ada sekitar 5 juta pengguna di dunia.

(Baca: Studi: E-commerce Bisa Rugi Rp 280 T Akibat Tidak Memahami Konsumen)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan