Trump Sebut Tiongkok Lebih Butuh Kesepakatan Dagang Dibandingkan AS

Penulis: Agustiyanti

11/11/2019, 06.41 WIB

Presiden AS Donald Trump menekankan bahwa tak akan meneken kesepakatan dagang dengan Tiongkok jika tak menguntungkan bagi negaranya.

kesepakatan dagang, presiden as donald trump.
ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Er
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan hanya akan mencapai kesepakatan dengan Tiongkok jika AS diuntungkan.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut, pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok berjalan baik. Namun, AS hanya akan membuat kesepakatan untuk menyelesaikan perang dagang dengan Beijing sepanjang kesepakatan tersebut menguntungkan bagi AS.

Trump akhir pekan lalu mengatakan bahwa pembicaraan negosiasi dagang antara kedua negara lebih lambat dari harapannya. Kendati demikian, menurut Trump, Tiongkok lebih menginginkan kesepakatan ini dibanding AS.

"Saya pikir, pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok berjalan dengan sangat baik. Kami akan membuat kesepakatan jika memang ini kesepakatan yang bagus untuk AS dan jika tidak, kami tak akan membuat kesepakatan," ujar Trump, dikutip dari Reuters, Senin (1/11).

(Baca: Trump Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Tarif Dagang dengan Tiongkok)

Ia menekankan, Tiongkok sangat menginginkan kesepakatan dagang. Pasalnya, menurut dia, perang dagang membuat Tiongkok mengalami ekonomi yang buruk dalam 57 tahun terakhir.

"Rantai pasokan mereka rusak, mereka ingin membuat kesepakatan. Mungkin mereka harus membuat kesepakatan, saya tidak peduli dan itu terserah mereka," ungkap dia.

Ia mengatakan telah ada informasi yang salah tentang kesediaan AS terkait kenaikan tarif. Hal tersebut, menurut dia, mendatangkan puluhan hingga ratusan miliar dolar AS ke Negara Paman Sam Tersebut.

"Ada banyak informasi yang salah, Anda akan melihat apa yang akan saya lakukan," ungkap dia.

(Baca: Rujuk Sesaat, AS Tuding Tiongkok Lakukan Propaganda Pembatalan Tarif)

Para pejabat dari kedua negara mengatakan pada  Kamis (7/11) bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat telah sepakat untuk menurunkan tarif yang sudah berlaku atas barang satu sama lain dalam kesepakatan perdagangan "tahap satu" untuk mengakhiri perang dagang.

Pada Jumat (8/11), Trump, dalam komentar yang mengenai harga saham dan dolar, mengatakan ia belum menyetujui penurunan tarif tersebut. "Saya belum menyetujui apa pun," katanya kepada wartawan saat itu.

Menurut riset Fitch Ratings dan Oxford Economics, eskalasi perang dagang menjadi ancaman nyata bagi pertumbuhan global. Meksiko menjadi negara yang paling terpengaruh oleh perang dagang tersebut, seperti tergambar dalam databooks di bawah ini. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan