Tokopedia Ungkap Lima Strategi Bisnis dalam 10 Tahun ke Depan

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

15/11/2019, 18.22 WIB

Salah satu yang menjadi fokus Tokopedia yakni infrastruktur digital.

Tokopedia ungkap lima strategi bisnis dalam 10 tahun ke depan
ilustrasi/Tokopedia
Ilustrasi Tokopedia.

Perusahaan e-commerce, Tokopedia menyiapkan lima strategi bisnis dalam 10 tahun ke depan, terutama memastikan infrastruktur digitalnya tetap optimal. Sebab, unicorn Tanah Air ini menilai, hal ini penting untuk memastikan pengguna tetap memakai platform-nya.

Senior Vice Presiden Tokopedia Herman Wijaya mengatakan, perusahaannya ingin meningkatkan pengalaman pengguna alias User Interface dan User Experience (UI/UX) di platform mereka. “kami perlu beberapa strategi fokus agar pengguna kami bisa mendapatkan pengalaman yang sama ke depan,” katanya di sela-sela acara NextICorn di Jimbaran, Bali, Jumat (15/11).

Strategi pertama, memperkuat inti infrastruktur perusahaan. Herman mengatakan perawatan rutin penting untuk mencegah kerusakan teknologi. “Kami juga butuh sistem pemantauan dan sensor yang andal dalam operasional layanan," katanya.

Selain itu, perusahaan perlu menguatkan fondasi dan tata kelola pengembangan data, serta memodernisasi teknologi. Tim juga harus diperkuat untuk meningkatkan pemeriksaan dan penyeimbang infrastruktur teknologi perusahaan.

(Baca: Kalahkan Ruangguru, Bos Tokopedia Raih EY Entrepreneur of The Year2019)

Kedua, fokus pada konsumen. Karena itu, Tokopedia bakal mengkaji kebutuhan pelanggan. “Apakah inovasi dan teknologi kami sudah cukup memenuhi kebutuhan pelanggan?” kata dia.

Ketiga, fokus pada penguatan platform data. Ia menilai, pengembangan basis data penting dilakukan guna mengikuti perkembangan masyarakat. "Jadi kami perlu berinvestasi di pusat data untuk menampung berbagai insight,” katanya. Selain itu, butuh teknologi unggul untuk memperkuat basis data.

Keempat, pemanfaatan kecerdasan buatan (artifical inteligence/AI). Herman mengatakan, teknologi itu merupakan penghubung yang efektif bagi perusahaan untuk mengkaji solusi layanan.

"Data yang kami punya sebenarnya sangat menakjubkan,” kata dia. Perusahaan bisa menggunakan informasi ini untuk meningkatkan pelayanan dan personalisasi layanan.

(Baca: Pendiri Tokopedia Ungkap 3 Kunci Sukses Kembangkan Kemampuan Karyawan)

Kelima, mengoptimalkan eksekusi teknologi secara finansial. Karena itu, Tokopedia bakal memastikan keseimbangan antara AI dengan pengeluaran keuangan perusahaan.

Saat ini, Tokopedia memiliki lebih dari 90 juta pengguna aktif bulanan (Month Active User/MAU) di 97% kecamatan Indonesia. Selain itu, perusahaan menggaet lebih dari 6,6 juta mitra penjual, di mana 86,5% di antaranya pebisnis baru. 

Startup yang bervaluasi lebih dari US$ 1 miliar ini juga menyediakan 33 produk digital dengan lebih dari 150 juta pilihan produk. Mereka pun menghadirkan 50 metode pembayaran. 

(Baca: Bukalapak Fokus Garap Warung dalam Lima Tahun ke Depan)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan