SKK Migas: Belum Ada Kandidat Kuat Pembeli Gas Blok Masela

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Desy Setyowati

19/11/2019, 13.00 WIB

Kementerian ESDM mendesak SKK Migas untuk segera mencari pembeli gas Blok Masela.

skk migas mengatakan, belum ada kandidat kuat pembeli gas blok masela
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam acara Gas indonesia Summit & Exhibition 2019 di JCC, jakarta Pusat (1/8).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, belum ada kandidat kuat pembeli gas Blok Masela. Lembaganya dan Inpex Corporation masih mencari calon pelanggan dari proyek kilang tersebut.

"Belum ada (kandidat kuat),” kata Dwi di Gedung Kementerian ESDM, Senin (18/11) malam. Namun, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah berdiskusi terkait rencana membeli gas Blok Masela.

PGN akan menjadi perwakilan Pertamina untuk menyerap gas dari Blok Masela. Meski begitu, SKK Migas masih mencari calon pembeli lainnya. "Sedang proses. PGN tentu ambil dalam negeri. Pertamina diwakili PGN," kata dia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ingin proyek Lapangan Gas Abadi Blok Masela beroperasi secepatnya. Kementerian pun mendorong SKK Migas segera mencari calon pembeli.

(Baca: Tunggu Desain FEED Rampung, Lokasi Logistik Blok Masela Belum Diputus)

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Djoko Siswanto sempat mengatakan, pembeli gas Blok Masela penting untuk keberlanjutan proyek tersebut. Jika sudah ada pembeli, maka pembangunan proyek Blok Masela dapat sesuai target pemerintah.

"Saya titip pesan ke SKK Migas, cepat-cepat cari pembeli gas Blok Masela," kata Djoko di kantornya, Jakarta, kemarin (18/11). Dengan begitu, proyek dapat segera rampung.

Selain itu, adanya pembeli gas membuat investasi proyek tersebut menjadi lebih pasti. Sebab, Inpex Corporation sebagai operator Blok Masela bisa lebih cepat menyusun keputusan akhir investasi alias Final Investment Decision (FID).

Djoko kembali menegaskan bahwa semakin cepat menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) alias gas sales agreement (GSA) akan semakin baik untuk proyek tersebut. FID pun bakal cepat selesai. "Mau jual sendiri atau lewat orang, pesan saya hanya satu itu,” katanya.

(Baca: Kementerian ESDM Desak SKK Migas Segera Cari Pembeli Gas Blok Masela)

Sejauh ini, ada dua perusahaan yang berminat membeli gas Blok Masela yaitu PT Kaltim Menthanol Industri (KMI) dan PGN. SKK Migas memprediksi, produksi gas Blok Masela selama 2027-2055 mencapai 16,38 TSCF (gross) dan 12,95 TSCF (sales).

Pemerintah menetapkan kapasitas produksi Blok Masela 9,5 metrik ton per tahun (MTPA) LNG dan 150 juta standar kaki kubik (MMSCFD) gas pipa. Kumulatif produksi kondensat selama 2027-2025 ditaksir 255,28 juta MMSTB.

Sedangkan nilai investasi Blok Masela diproyeksi US$ 19,8 miliar. Pada saat konstruksi, proyek ini akan menciptakan 91.719 lapangan kerja per tahun dan 66.838 ketika beroperasi.

(Baca: SKK Migas: Pemilihan Pelabuhan Logistik Blok Masela Harus Lewat Tender)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan