East Ventures Pimpin Investasi Tahap Awal di Fintech Pinjaman, Komunal

Penulis: Desy Setyowati

3/12/2019, 10.36 WIB

Fintech lending Komunal telah menyalurkan pinjaman Rp 50 miliar untuk UMKM, khususnya di Jawa Timur. Mereka ingin memperluas pasar.

Modal ventura, East Ventures pimpin pendanaan tahap awal (seed funding) di perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending), Komunal
east ventures
Pendiri Fintech Lending East Ventures

Modal ventura, East Ventures pimpin pendanaan tahap awal (seed funding) di perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending), Komunal. Skystar Capital berpartisipasi dalam investasi ini.

Fintech pembiayaan yang berbasis di Surabaya ini berfokus menyalurkan pinjaman produktif untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Co-Founder Komunal Hendry Lieviant menyampaikan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, karena berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

UMKM juga menyerap lebih dari 95% tenaga kerja. “Sayangnya, mereka sering menghadapi kesulitan saat mencari pendanaan guna ekspansi bisnis, lewat lembaga pemberi pinjaman tradisional seperti bank,” kata Hendry dalam siaran pers, Senin (3/12).

Kesulitan mendapat pembiayaan itu karena UMKM biasanya belum memiliki riwayat pinjaman ataupun biaya operasional. “Kami ingin membantu UMKM potensial untuk terus berkembang dan turut memperbaiki ekonomi Indonesia secara substansial, serta mengurangi kesenjangan,” kata dia.

(Baca: East Ventures Jadi Modal Ventura Terbesar di Asia Tenggara)

Co-Founder Komunal Rico Tedyono menilai, model bisnis peer to peer lending terbukti mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi lewat inklusi keuangan. Dalam kurun waktu delapan bulan, Komunal menyalurkan pinjaman Rp 50 miliar untuk UMKM, khususnya di Jawa Timur.

Co-Founder Komunal lainnya, Kendrick Winoto menambahkan, penyaluran pembiayaan ini hanya awal. “Kami bersemangat untuk terus memperluas jaringan guna melayani lebih banyak kota di Jawa Timur, serta provinsi lain yang relatif belum terjangkau pada tahun depan,” kata dia.

Ide mendirikan Komunal muncul lantaran ada selisih (gap) pendanaan UMKM di Indonesia, yang nilainya diperkirakan Rp 1.000 triliun atau sekitar US$ 70 miliar per tahun. Gap ini terlihat jelas di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

(Baca: East Ventures, Grab dan OVO Investasi Rp 77 M di Startup Periklanan)

Di satu sisi, Indonesia memiliki basis pengguna telepon seluler yang cukup besar dan terus berkembang. Hendry Lieviant, yang merupakan mantan analis kredit di Goldman Sachs, melihat hal ini sebagai peluang.

Lantas ia memutuskan untuk mendirikan Komunal bersama Rico Tedyono dan Kendrick Winoto. Mereka bertiga mempunyai misi menggabungkan metodologi kredit, data dan teknologi alternatif hingga kemitraan dengan komunitas bank-bank regional (BPR) dan koperasi, guna memperluas akses pendanaan bagi UMKM.

Managing Partner dari East Ventures Willson Cuaca mengatakan, Komunal mempunyai misi yang serupa dengan perusahaannya, yaitu mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Ia menilai, tim Komunal telah membuktikan kemampuan mereka yang unik dalam mengeksekusi pinjaman dengan cepat dan tepat.

“Kami senang bisa turut bergandengan tangan dengan mereka dalam membuka kesempatan yang lebih baik bagi para UMKM di Indonesia,” katanya. (Baca: Sinar Mas & East Ventures Investasi Rp 110 M di Startup Katering Lokal)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan