Tensi Dagang AS-Tiongkok Masih Tinggi, Harga Minyak Kembali Anjlok

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ameidyo Daud

11/12/2019, 08.40 WIB

Harga minyak jenis Brent turun jadi menjadi $ 64 per barel. Sedangkan harga West Texas Intermediate (WTI) turun ke US$ 59 per barel.

Harga minyak, perang dagang as tiongkok, minyak
Pertamina
Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (11/12) WIB karena kekhawatiran pasar akan tensi dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (11/12) WIB karena kekhawatiran pasar akan tensi dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.  Padahal sentimen positif sempat muncul usai kesepakatan negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya untuk memangkas produksi jadi 1,7 juta barel per hari.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak jenis Brent turun 34 sen, menjadi US$ 64 per barel. Sedangkan harga West Texas Intermediate (WTI) turun 24 sen menjadi US$ 59 per barel.

Investor menunggu apakah AS akan mengenakan tarif baru barang asal Negeri Panda itu tanggal 15 Desember mendatang. Sedangkan Presiden AS Donald Trump telah menyatakan tak akan mengenakan tarif dalam waktu dekat.

Menteri Pertanian AS Sonny Perdue hari Senin (9/12) juga mengatakan ingin melihat langkah Tiongkok dalam menghindari pengenaan tarif.“Tanpa kesepakatan perdagangan, pasar mengalami kesulitan,” kata director of market research di Tradition Energy Gene McGillian dikutip dari Reuters, Rabu (11/12).

(Baca: Dinamika Perdagangan AS-Tiongkok Bawa Harga Minyak Merosot)

Pekan lalu, OPEC dan sejumlah produsen minyak  seperti Rusia sepakat untuk menambah penurunan produksi untuk mendukung penguatan harga. Pasar sempat merespons positif keputusan tersebut meski belakangan sentimen negatif merebak.

“Para produsen telah mengumumkan pengurangan produksi,” kata McGillian.

 

(Baca: Harga Minyak Terseret Turunnya Ekspor Tiongkok)

Dilansir dari Wall Street Journal, Beijing dan Washington telah memulai perundingan untuk menunda tarif baru. Pasar juga merasa pertumbuhan impor Tiongkok juga menandakan dampak perang dagang tak seburuk yang ditakutkan.

Kegelisahan juga melanda investor yang sedang menunggu hasil pemilihan umum Inggris dan pertemuan bulanan Bank Sentral AS (The Fed) dan Bank Sentral Eropa.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan