Terkendala Aturan, Penetapan Pusat Ekonomi Digital di Batam Tertunda

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Desy Setyowati

23/12/2019, 17.01 WIB

Padahal, pemerintah menargetkan penetapan kawasan ekonomi khusus digital di Batam tahun ini.

terkendala aturan, penetapan pusat ekonomi digital di batam molor jadi tahun depan
ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
Ilustrasi, Jembatan Barelang yang merupakan ikon Pulau Batam.

Pemerintah baru akan menetapkan Nongsa Digital Park Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun depan. Salah satu penyebabnya, karena revisi Peraturan Pemerintah (PP) tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam belum disahkan.

Padahal, pemerintah menargetkan penetapan Nongsa Digital Park Batam sebagai KEK digital dilakukan tahun ini. “PP harus diperbaiki. Prosesnya agar KEK di Batam mengacu ke digital," ujar Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinasi (Kemenko) Perekonomian Wahyu Utomo di kantornya, hari ini (23/12).

Rencananya Nongsa Digital Park Batam dijadikan sebagai kawasan ekonomi digital,pusat industri kreatif, sekaligus innovation hub. Hal ini untuk mendukung implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Wilayah Nongsa Digital Park Batam dinilai bisa menjangkau Jakarta, Malaysia dan Singapura. (Baca: Batam Dibidik Jadi Pusat Pertumbuhan Startup)

Meski begitu, Wahyu menilai bahwa proses perbaikan PP itu hanya persoalan waktu. Sepengetahuannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menandatangani regulasi tersebut.

Jika Presiden Jokowi menandatangani aturan itu, maka kementeriannya akan langsung menyiapkan infrastruktur pendukung Nongsa Digital Park sebagai pusat ekonomi digital. “PP-nya sedang disiapkan,” kata dia.

Ada dua kawasan ekonomi yang diatur dalam PP tersebut yakni Nongsa Digital Park dan KEK perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair and overhaul/MRO) Bandara Hang Nadim. Revisi itu nantinya memuat terkait fasilitas dan kelembagaan di kedua KEK.

Kemenko Perekonomian berharap, raksasa teknologi mau menempatkan pusat datanya di Batam ketika KEK Nongsa Digital Park diresmikan. "Tidak perlu pusat data itu ditempatkan di luar negeri, tapi bisa di Indonesia," ujar Wahyu.

(Baca: Batam, Bintan dan Karimun Diusulkan jadi Kawasan Ekonomi Khusus)

Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah menjadikan Batam sebagai salah satu pusat data naisonal. Pemerintah akan mengintegrasikan data di setiap kementerian dan lembaga (K/L) baik pusat maupun daerah.

Ada empat wilayah yang bakal menjadi pusat data nasional. Di antaranya Batam, Bekasi, Manado, dan ibu kota baru di Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pengembangan 17 KEK dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014 sampai 2019. Tahun ini, Pemerintah menargetkan penetapan empat KEK baru, salah satunya Nongsa Digital Park. 

Namun, hingga saat ini kedua KEK di Batam itu belum juga diresmikan. Pemerintah sudah meresmikan dua KEK lain tahun ini, yaitu Likupang dan Kendal.

(Baca: Kemenpar Kembangkan Wisata Digital Lewat 1001 Spot Instagramable)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan