Kominfo Minta Operator Segera Pulihkan Infrastruktur Terdampak Banjir

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Desy Setyowati

2/1/2020, 17.28 WIB

Kominfo meminta operator memakai genset atau backup power untuk memulihkan BTS.

Kominfo Minta Operator Segera Pulihkan Infrastruktur telekomunikasi yang Terdampak Banjir
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Ilustrasi, teknisi XL Axiata melakukan pemeliharaan perangkat BTS (Base Transceiver Station) di lokasi tower di Nawangkewa, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/10/2019).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta operator segera memulihkan Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak banjir. Sebagian infrastruktur telekomunikasi itu tidak mendapat pasokan listrik, sehingga tak bisa beroperasi.

Menteri Kominfo Johnny Plate meminta, perusahaan telekomunikasi melakukan beragam upaya supaya BTS yang terdampak banjir segera berfungsi. "Kementerian Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap jaringan telekomunikasi,” dalam siaran persnya, hari ini (2/1).

Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang memadamkan listrik di beberapa wilayah yang gardu induknya terendam banjir. "Karena melihat faktor keamanan dan keselamatan," ujar Johnny. Alhasil, beberapa BTS tak mendapat pasokan listrik.

Johnny mencatat bahwa layanan beberapa operator di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) berjalan normal pada kemarin (1/1). Hal itu karena perusahaan telekomunikasi mengandalkan daya listrik cadangan (backup power) dan genset portable.

Namun, pada pagi hari ini (2/1), beberapa layanan telekomunikasi terganggu. Sebab, back up power yang digunakan operator hanya bertahan beberapa jam. Selain itu, operator kesulitan mengakses lokasi-lokasi yang BTS-nya terendam banjir.

Ia mengatakan, operator bisa menggunakan genset agar layanan kembali normal. (Baca: Layanan Telkomsel, Tri & Indosat Terganggu Imbas Banjir di Jabodetabek)

Beberapa operator yang sudah memulikan BTS yang terendam banjir yakni Telkomsel dengan mobile backup power, serta XL, Indosat, Tri, dan Smartfren yang memakai genset. 

General Manager External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim mengatakan, perusahaannya mengandalkan pasokan listrik cadangan seperti perangkat baterai maupun mobile back up power atau mobile genset dalam mengantisipasi BTS yang tidak teraliri listrik. Pasokan listrik cadangan itu sudah disiagakan di sejumlah titik, khususnya di lokasi BTS yang terdampak banjir.

Saat ini, layanan BTS yang terganggu akan dialihkan ke menara terdekat yang masih beroperasi. Sebagian yang terdampak juga berangsur pulih, seiring normalisasi pasokan listrik dari PLN. "Tim teknis Telkomsel tetap melakukan pengecekan secara langsung dan terus berupaya maksimal untuk pemulihan layanan yang menyeluruh," kata Aldin pada hari ini (2/1).

Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia Danny Buldansyah mengatakan, meskipun layanan telekomunikasi terganggu, namun tidak sampai menyebabkan blank spot. Sampai pagi hari, perusahaannya mendata, ada 100 BTS yang tak mendapat pasokan listrik dari PLN. 

(Baca: Gangguan Internet di Sejumlah Lokasi, Kominfo: Ada Penggantian Alat)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan