Cuaca Ekstrem, Menkominfo Minta Operator Antisipasi Gangguan Jaringan

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Ekarina

8/1/2020, 17.59 WIB

Kemenkominfo mencatat, hingga saat ini masih ada 46 unit BTS di Jabodetabek yang belum bisa dioperasikan akibat banjir.

Cuaca Ekstrem, Menkominfo Minta Operator Antisipasi Gangguan Jaringan.
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Teknisi melakukan perawatan menara BTS 4G milik XL Axiata yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pemerintah meminta operator telekomunikasi mengantisipasi jaringan infrastruktur saat cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan cuaca ekstrem masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate meminta operator seluler untuk mengamankan infrastuktur telekomunikasi, guna meminimalisir terjadinya gangguan.  

Berdasarkan proyeksi BMKG, masih ada potensi hujan lebat disertai petir pada 9-12 Januari 2020. Cuaca ekstrem itu kemungkinan terjadi hampir semua wilayah di Indonesia termasuk DKI Jakarta.  

"Perlu quick response (operator) agar pelayanan telekomunikasi dan informatika bisa berjalan dengan baik," ujar Johnny di Jakarta pada Rabu (8/1). 

Secara teknis, beberapa operator sudah siap menangani gangguan infrastuktur telekomunikasi. Namun, beberapa persiapan menurutnya tetap harus dilakukan agar layanan telekomunikasi bisa tetap berjalan. 

"Misalnya, ketika terendam air banjir luar biasa, PLN harus matikan listrik, maka power supply kurang dan  BTS (Base Transceiver Station) mati. Operator harus sudah tahu siapkan mobile genset," katanya.

(Baca: Kominfo Minta Operator Segera Pulihkan Infrastruktur Terdampak Banjir)

Kemenkominfo mencatat, hingga Selasa (7/1) masih ada 46 unit BTS atau sekitar 0,2% dari total BTS yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang belum berfungsi akibat banjir awal tahun. 

Pada saat banjir melanda Jabodetabek pada 1 Januari 2020, secara total ada 22.867 atau 10,7% dari total BTS di Jabodetabek tidak berfungsi. Meski demikian, secara umum pelanggan operator masih bisa menggunakan layanan seluler untuk berkomunikasi.

Pasalnya, beberapa operator mengandalkan mobile backup power atau genset portable untuk menanggulangi gangguan infrastuktur telekomunikasi. Sementara untuk beberapa BTS yang down bisa dibantu oleh BTS yang masih aktif di sekitarnya.

General Manager External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim mengatakan, untuk mengantisipasi dampak banjir, perusahaan mengandalkan pasokan listrik cadangan melalui perangkat baterai maupun mobile back up power atau mobile genset dalam mengantisipasi BTS yang tidak teraliri listrik.

(Baca: Gangguan Internet di Sejumlah Lokasi, Kominfo: Ada Penggantian Alat)

Pada kejadian banjir yang melanda awal tahun kemarin, dia menyatakan pihaknya telah menyiagakan cadangan pasokan listrik di sejumlah titik, khususnya di lokasi BTS yang terdampak banjir.

Layanan BTS yang terganggu kemudian dialihkan ke menara terdekat yang masih beroperasi. Sebagian yang terdampak berangsur pulih, seiring normalisasi pasokan listrik dari PLN.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia Danny Buldansyah mengatakan, di awal kejadian banjir, BTS Tri yang tidak mendapat pasokan listrik jumlahnya sampai 100 BTS. Namun, dampak banjir tidak sampai membuat blank spot

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan