Target Untung, Startup Asal India OYO PHK Ribuan Karyawan

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Desy Setyowati

15/1/2020, 11.06 WIB

Investor OYO, SoftBank, secara kolektif telah memecat lebih dari 10 ribu karyawan. OYO pun telah menghadirkan layanan di Indonesia.

Target Untung, Startup Asal India OYO PHK Ribuan Karyawan
OYO
Ilustrasi, aplikasi OYO.

Startup properti asal India, OYO melakukan Pemutusah Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannnya. Perusahaan yang mendapat suntikan dana dari SoftBank ini ingin meraup untung.

Langkah serupa juga ditempuh Bukalapak di Indonesia pada tahun lalu. Menurut sumber Economic Times, OYO memecat 2.400 orang atau sekitar 20% dari total karyawan di India selama sepekan ini.

Pegawai yang di-PHK menempati posisi manajemen menengah, pengembangan bisnis, penjualan dan peran operasi, serta divisi teknologi. "Tujuannya untuk menurunkan jumlah karyawan sebanyak 20%, setidaknya," kata seorang eksekutif perusahaan dikutip dari Economic Times, kemarin (14/1).

Selain di India, OYO diperkirakan mengurangi layanan di negara lain. Pekan lalu, Bloomberg melaporkan bahwa startup itu telah memecat 5% dari 12 ribu pegawai di Tiongkok.

(Baca: PHK Karyawan, Bukalapak Ingin Jadi Unicorn Pertama yang Cetak Untung)

Padahal, Negeri Tirai Bambu itu merupakan pasar terbesar kedua bagi OYO. "Bisnis SilverKey Oyo (untuk korporasi) hampir dibubarkan," kata eksekutif perusahaan itu.

Menurut dia, ada kemungkinan OYO merampingkan operasionalnya. Caranya, dengan menggabungkan layanan perhotelan, OYO Home, OYO Life dan SilverKey.

Sedangkan layanan non-inti lainnya seperti Weddingz, kata dia, kemungkinan investasinya akan dikurangi secara signifikan. Weddingz merupakan perusahaan pengelola acara yang berfokus pada pernikahan.

Pendiri sekaligus CEO OYO Ritesh Agarwal pun sudah menyampaikan informasi perihal PHK itu kepada karyawan melalui surat elektronik (email). Ia mengatakan, perusahaan tengah mendorong sinergi bisnis lewat teknologi.

“Kami juga meningkatkan efisiensi dan menghapus duplikasi usaha di seluruh bisnis. Akibatnya, kami meminta beberapa rekan yang terkena dampak untuk pindah ke karier baru di luar OYO," kata dia dalam surat tersebut.

(Baca: Investasi di Uber dan WeWork Sebabkan Softbank Menderita Kerugian)

Ritesh mengatakan, perusahaan bakal berfokus pada pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan. Selain itu, OYO ingin meraup untung.

Saat ini, OYO sudah mengoperasikan sekitar 8 ribu hotel di bawah waralaba dan 800 hotel dengan model bisnis mandiri. Startup ini juga sudah hadir di di 800 kota di 80 negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa, Inggris, Malaysia, Timur Tengah, Jepang dan Indonesia.

SoftBank merupakan investor OYO. Ada beberapa perusahaan rintisan lainnya di bawah SoftBank yang melakukan PHK karyawan seperti Zume Pizza, Getaround, dan Rappi.

Secara keseluruhan, SoftBank secara kolektif, telah memangkas lebih dari 10 ribu karyawan dalam beberapa bulan terakhir.

(Baca: Kemenkeu Gandeng OYO dan RedDoorz Sewakan Apartemen Milik Negara)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan