Bersaing Ketat dengan Facebook, TikTok Gaet iFlix Perkuat Pasar Asia

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Desy Setyowati

17/1/2020, 11.45 WIB

Jumlah unduhan dan pengguna TikTok melebihi Facebook. Padahal, Facebook sudah membuat aplikasi serupa di 2018.

Bersaing Ketat dengan Facebook, TikTok Gaet iFlix Perkuat Pasar Asia
123RF.com/Opturadesign
Ilustrasi aplikasi video musik TikTok

Pengembang TikTok berhasil menyalip Facebook dari sisi jumlah unduhan dan pengguna. Perusahaan asal Tiongkok itu bahkan menggandeng iFlix untuk memperkuat pasarnya di Asia Tenggara.

Melalui kerja sama itu, video pendek yang diunggah di TikTok akan tampil platform iFlix. Video-video itu hadir di saluran khusus bertajuk ‘iFlix and TikTok Present’ untuk penonton di Asia Tenggara.

“Tren peningkatan (video pendek) merupakan awal dari kebiasaan konsumsi konsumen di seluruh dunia, dan semakin banyak perusahaan mulai memanfaatkan ini sebagai bagian dari strategi konten mereka," kata Content Operations Manager of TikTok Malaysia Cheah Sheau Mei dikutip dari Tech In Asia, kemarin (16/1).

(Baca: Salip Facebook, Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Kedua di Dunia)

iFlix menawarkan acara TV, film, dan konten lokal di 13 negara di Asia Tenggara, Negara itu meliputi Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Brunei, Sri Lanka, Pakistan, Maladewa, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Nepal, dan Bangladesh.

TikTok saat ini tersedia di lebih dari 150 negara dan wilayah. Layanannya tersedia dalam 75 bahasa. Ada beberapa kategori video pendek TikTok seperti pariwisata, komedi, hewan peliharaan, olahraga, dan gaya hidup.

Berdasarkan data Sensor Tower, aplikasi TikTok diunduh 740 juta kali di dunia sepanjang 2019. Dari jumlah itu, 190 juta di antaranya di Asia Tenggara.

Jumlah unduhan itu melebihi Facebook dan Messenger. Sedangkan posisi pertama ditempati oleh WhatsApp. (Baca: Melebihi Instagram, Pengguna TikTok Tembus 1,5 Miliar)

Padahal, aplikasi milik grup Facebook menempati posisi pertama hingga keempat pada 2017. Namun, TikTok mulai menggeser posisi Instagram sejak 2018. Tahun lalu, aplikasi buatan Tiongkok menyalip Facebook dan Messenger.

Padahal, Facebook meluncurkan aplikasi serupa bernama Lasso pada akhir 2018. Aplikasi itu dilengkapi dengan tools seperti lip sync, merekam video pendek, dan menyertakan musik.

(Baca: Iklan Video Pendek di Media Sosial Diprediksi Jadi Tren)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan