WhatsApp Down, Facebook Tunda Rencana Pasang Iklan

Penulis: Pingit Aria

20/1/2020, 11.49 WIB

Facebook dikabarkan bakal mencari cara lain untuk monetisasi WhatsApp. Tumbangnya WhatsApp dan aplikasi lain di grup Facebook bukan kali pertama terjadi.

Aplikasi Whatsapp WA
PXHERE.COM

Layanan WhatsApp dilaporkan mengalami gangguan secara global, termasuk Indonesia pada Minggu (19/1) petang. Sejumlah pengguna mengaku tidak bisa mengirim pesan multimedia apapun.

Tak hanya gambar, video, pengguna WhatsApp juga kesulitan mengirim GIF, stiker, file, dokumen, pesan suara (voice note), maupun membuat WhatsApp Status.

Sedangkan, layanan lain seperti pesan teks, kontak, dan panggilan suara atau video, masih bisa dilakukan. Selain itu, pengiriman media juga masih dimungkinkan dengan cara meneruskan (forward) pesan dari pengguna lain.

Situs Downdetector, pada Minggu (19/1) petang mencatat ratusan laporan WhatsApp error. Dilihat dari sebaran peta, gangguan WhatsApp tidak terjadi secara merata di seluruh dunia. Di antara kawasan yang terdampak adalah sebagian Eropa, kemudian Arab Saudi, Kuwait, Malaysia, India, dan Indonesia. Belum ada pernyataan resmi dari pihak WhatsApp atau Facebook terkait gangguan tersebut.

Bagaimanapun, tumbangnya WhatsApp hampir bersamaan dengan berhembusnya kabar bahwa Facebook menunda rencana pemasangan iklan pada aplikasi perpesanan tersebut.

(Baca: Bersaing Ketat dengan Facebook, TikTok Gaet iFlix Perkuat Pasar Asia)

Dilansir oleh Wall Street Journal pada Kamis (16/1) pekan lalu, Facebook sebagai perusahaan induk telah membubarkan tim yang disiapkan untuk mengkaji langkah monetisasi WhatsApp. Meski, rencana itu tak sepenuhnya dibatalkan. "Iklan akan tetap menjadi peluang jangka panjang bagi perusahaan," demikian dikutip.

Facebook memang maju mundur dalam upayanya monetisasi WhatsApp. Sebelumnya, perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu juga sempat mewacanakan penerapan WhatsApp berbayar bagi pengguna yang ingin aplikasinya bersih dari iklan.

Rencana monetisasi itu pula yang membuat Zuckerberg berselisih paham dengan pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum. Keduanya menolak adanya monetisasi WhatsApp dalam bentuk iklan, hingga akhirnya hengkang dari perusahaan.

Tak hanya masalah monetisasi, WhatsApp dan aplikasi lain di grup Facebook, termasuk Instagram juga telah beberapa kali mengalami gangguan.  Sepanjang tahun lalu, telah berkali-kali gangguan terjadi.

Pada awal November 2019 lalu misalnya, giliran Instagram dan WhatsApp yang eror bersamaan. Insiden yang lebih buruk terjadi pada 3 Juli, 14 April dan pertengahan Maret 2019 saat Instagram, Facebook dan WhatsApp sama-sama tumbang.

(Baca: Dark Mode dan Deretan Fitur Baru WhatsApp 2020)

Perihal gangguan yang terjadi malam tadi, kepada The Verge, Facebook menyatakan bahwa ada software yang bermasalah di pusat jaringan perangkat lunaknya. Setelah sekitar enam jam, akhirnya layanan Facebook dan Instagram pulih pada Jumat (29/11) dini hari.

Seringnya gangguan terjadi pada jejaring sosial ini terjadi sejak perusahaan berencana mengintegrasikan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Facebook Messenger.

Pada awal 2019 lalu, Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg memang telah mengumumkan rencana integrasi layanan pengiriman pesan di WhatsApp, Instagram Direct, dan Facebook Messenger.

Di bawah infrastruktur yang baru, pengguna Facebook, Whatsapp dan Instagram bakal dapat saling berkirim pesan lintas platform. "Kami ingin memberi pilihan bagi pengguna untuk dapat terhubung dengan keluarga atau kolega mereka dengan aplikasi manapun yang mereka pilih,” kata Zuckerberg melalui unggahannya di Facebook pada Maret 2019 lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan