Infomasi dan Layanan Aplikasi Kesehatan Kian Dicari Imbas Corona

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Agung Jatmiko

23/3/2020, 14.20 WIB

Layanan tiga aplikasi, Halodoc, Alodokter dan GDTI marak dicari di tengah pandemi corona. Layanan mencakup info dan konsultasi medis, hingga pembelian obat

Ilustrasi layanan konsultasi kesehatan terkait virus corona dari Halodoc di aplikasi Gojek
gojek
Ilustrasi layanan konsultasi kesehatan terkait virus corona dari Halodoc di aplikasi Gojek.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pandemi corona yang kian meresahkan membuat beberapa aplikasi kesehatan makin marak digunakan oleh masyarakat, beberapa diantaranya adalah Halodoc, Alodokter dan Good Doctor Technology Indonesia.

Melalui tiga aplikasi ini, masyarakat diberikan berbagai opsi layanan yang mampu menghubungkan dengan layanan medis, baik konsultasi, maupun janji temu hingga pembelian dan pengantaran obat.

Keberadaan aplikasi dari startup kesehatan ini tak pelak mampu mempermudah masyarakat untuk memeriksakan diri ketika timbul keraguan mengenai kondisi kesehatannya, di tengah pandemi corona.

Tingginya kunjungan maupun interaksi yang terjalin antara layanan medis dengan masyarakat melalui aplikasi ini, tak ayal membuat tiga startup kesehatan ini digandeng oleh dua raksasa layanan on-demand, Gojek dan Grab. Kolaborasi yang tercipta adalah dengan memasukan layanan startup kesehatan dengan layanan dari Gojek dan Grab.

Berikut ini, beberapa layanan dari tiga startup kesehatan, yang bisa dimanfaatkan masyarakat di tengah pandemi corona saat ini.

Halodoc

Merespon pandemi corona, Halodoc telah berkolaborasi dengan Gojek dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk menggencarkan pemeriksaan virus corona secara massal atau rapid test.

Melalui kolaborasi ini, Gojek dan Halodoc merilis layanan konsultasi online (telemedicine) Check Covid-19, dengan dukungan 20.000 dokter yang tergabung dalam ekosistem Halodoc.

Layanan Check Covid-19 ini tersedia dalam bentuk shuffle card di aplikasi Gojek dan pengguna bisa berkonsultasi terkiat gejala kesehatan yang dialami dan melakukan self-assessment atau pemeriksaaan mandiri terkait virus corona.

Apabila ada dugaan terinfeksi virus corona, dokter akan meminta pengguna menerapkan isolasi di rumah. Sementara, obat yang diresepkan akan diantar oleh Gojek ke rumah pengguna.

(Baca: Kunjungan ke Aplikasi Alodokter & Halodoc Naik 600% Efek Virus Corona)

Selain hadir di Gojek, Halodoc ini juga menawarkan empat fitur utama di platformnya. Pertama, Tanya Dokter, yakni fitur konsultasi dokter umum dan spesialis secara online, dengan harga per sesi konsultasi sebesar Rp 25.000 hingga Rp 50.000, untuk konsultasi berdurasi 30 menit sampai 1 jam.

Kedua, Beli Obat, yakni fitur untuk membeli obat dan vitamin, berkolaborasi dengan Gojek sebagai mitra untuk pengantaran pesanan obat melalui fitur GoMed. Transaksi untuk pembelian obat dilakukan melalui GoPay.

Ketiga, Rumah Sakit, yakni fitur membuat janji dengan rumah sakit dan dokter yang ingin dituju secara online. Keempat, yakni fitur untuk membuat janji dengan dokter spesialis yang dituju.

Sebagai informasi, Halodoc mencatat pencarian dengan kata kunci virus corona meningkat 600% sejak virus ini mewabah. Pasca-pengumuman kasus pertama di Indonesia, transaksi di platform yang masuk ekosistem Gojek itu pun melonjak dua kali lipat.

Alodokter

Selanjutnya, Alodokter, yang juga memiliki empat fitur layanan utama di platformnya, yakni Chat Bersama Dokter, di mana pengguna Alodokter dapat melakukan konsultasi terkait masalah kesehatan yang dialaminya.

Layanan ini juga menyediakan fitur premium, sehingga pengguna dapat membuat jadwal untuk berdiskusi dengan dokter spesialis yang dipilihnya. Adapun, biaya yang harus dikeluarkan untuk konsultasi online ini sebesar Rp 15.000 per sesi dan dapat dibayarkan melalui bank dan e-wallet.

Bagi pengguna non-premium alias gratis, konsultasi tidak dapat dilakukan dengan dokter spesialis, melainkan dengan dokter umum yang ditentukan oleh aplikasi.

Kedua, fitur Artikel Kesehatan, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai artikel mengenai kesehatan secara gratis. Suci mengatakan, terdapat 350 ribu artikel yang dibuat oleh para penulis yang telah diverifikasi oleh para dokter dan timnya.

Ketiga, fitur Cari Rumah Sakit. Pengguna dapat memesan sesi konsultasi maupun pengobatan secara langsung di rumah sakit yang diinginkan. Co-founder Alodokter Suci Arumsari mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 450 rumah sakit yang bermitra dengan Alodokter di Indonesia.

(Baca: 20 Ribu Dokter dan 20 Juta Pasien 'Online' Terhubung Lewat Alodokter)

Lewat fitur ini, pengguna dapat membuat jadwal berobat tanpa khawatir mengantre lama di rumah sakit, serta melihat estimasi biaya berobat di rumah sakit maupun dokter spesialis yang akan dituju.

Keempat, fitur Proteksi, yang pada dasarnya merupakan asuransi dengan manfaat biaya santunan rawat inap sebesar Rp 1 juta per malam, dengan biaya maksimal sebesar Rp 30 juta setahun. Untuk mendapatkannya, pengguna harus membayar premi Rp 95.000 per bulan.

Sejak adanya pandemi corona, Alodokter mencatat kunjungan ke halaman informasi utama pada platform mencapai 2 juta kunjungan.

Selain artikel, Alodokter juga menyebarkan informasi terkait cobvid-19 dalam bentuk video pendek yang diunggah di TikTok, berupa konten tutorial cara mencuci tangan dengan benar dan etika batuk maupun bersin. Sekadar informasi, video pendek tutorial ini telah ditonton 3,2 juta kali per 10 Maret.

Good Doctor Technology Indonesia

Terakhir, Good Doctor Technology Indonesia (GDTI) yang digandeng oleh Grab melalui fitur GrabHealth, yang diakses melalui layanan Grab dan memilih ikon "Kesehatan", lalu memilih layanan yang akan digunakan.

GrabHealth sendiri memiliki empat layanan, antara lain konsultasi, pembelian obat dan produk, membuat janji medis, dan tips kesehatan. Dari empat layanan ini, hanya pembelian obat yang mengharuskan pengguna membayar, sementara layanan lainya tidak dikenakan biaya.

Pada layanan tanya jawab kesehatan secara online, pengguna bisa berkonsultasi dengan dokter profesional dan bersertifikat. Pengguna dapat berbicara beberapa menit melalui obrolan, panggilan suara atau panggilan video. Dalam sesi tanya jawab ini, dokter akan menjelaskan masalah kesehatan yang pengguna alami.

Konsumen juga dapat membuat janji bertemu dengan dokter medis pilihan untuk konsultasi langsung. Bahkan, pengguna bisa membeli obat hingga membaca konten kesehatan melalui aplikasi Grab.

Adapun perusahaan menggunakan sumber informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam menanggapi tanya-jawab dari pengguna.

(Baca: Aplikasi Kesehatan Good Doctor dan Halodoc Buat Program Atasi Corona)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan