Pengeboran 3 Sumur Rampung, Produksi Minyak Pertamina Tambah 560 bph
Pertamina melalui Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4 akan merampungkan pengeboran tiga sumur pengembangan baru di Sumatera Selatan pada awal September tahun ini.
Potensi tambahan produksi minyak dari ketiga sumur ini sebesar 560 barel per hari (bph) dan gas sebanyak 2 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Dengan tambahan pengeboran tiga sumur pengembangan ini, maka hingga akhir Agustus 2021, Zona 4 telah berhasil mengebor 16 sumur dari target 37 sumur untuk tahun 2021.
Ketiga sumur tersebut yaitu PMN-A di Desa Prabumenang, Kabupaten Muara Enim, KRG-PB di Desa Rambang Senuling, Kota Prabumulih dan LBK-INF3 di Desa Lembak, Kabupaten Muara Enim.
"Target tahun 2021 menjadi 37 sumur pengembangan, naik signifikan dibandingkan tahun lalu, 26 workover, dan 285 well intervention. Kami akan berusaha maksimal dan optimis bisa mencapainya,” ujar General Manager Subholding Upstream Zona 4, Akhmad Miftah, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9).
Dia menambahkan bahwa perlu pengeboran yang masif untuk meningkatkan produksi. Tahun lalu, pihaknya setidaknya telah mengebor 16 sumur pengembangan, 28 kerja ulang (workover), dan 255 pekerjaan pemeliharaan sumur (well intervention).
Pengeboran sumur PMN-A ditargetkan selesai dalam waktu 35 hari, dengan kedalaman 1.800 meter. Sumur ini dibor menggunakan rig #29.3/D1500-E, berkekuatan 1.500 HP (horse power). Sumur ini diperkirakan memiliki potensi minyak sebesar 60 bph dan gas 2 mmscfd.
Sumur KRG-PB akan dibor selama 35 hari, dengan kedalaman 1.600 meter. Sumur ini dibor menggunakan rig #32.2/N80UE-E dengan kapasitas 1.000 HP. Sumur KRG-PB diprediksi akan menambah produksi minyak sebesar 200 BOPD.
Sedangkan sumur LBK-INF3 akan dibor dengan durasi 35 hari dan kedalaman 1.750 meter. Sumur ini dibor menggunakan rig #42.3/N1500-E dengan kapasitas 1.500 HP. Potensi produksi yang disumbang dari sumur LBK-INF3 sebesar 300 BOPD.
Tiga belas sumur lainnya yang telah diselesaikan adalah BNG-A1 (Adera Field, PALI), AJDJ-113X, GRH-29X, GRH-30X, GRH-31X, GRH-114X (Ogan Komering dan Raja Tempirai Field, Ogan Komering Ulu), BN-20.2 (Ramba Field, Banyuasin), SPA-DZ14, SPA-DZ5, SPA-DZ4, SPA-DZ7, dan MSI-TAF2 (Pendopo Field, Musi Rawas), serta BEL-P1 (Limau Field, Muara Enim).
Dari 16 sumur tersebut, dihasilkan tambahan produksi minyak sebesar 657 bph dan gas 2,51 mmscfd. Sehingga produksi keseluruhan dari Zona 4, berdasarkan data 26 Agustus 2021, untuk minyak 24.621 bph dan gas 539,73 mmscfd.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Anggono Mahendrawan, mengatakan pihaknya mendukung kegiatan pengeboran yang dilakukan Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4.
Menurut dia program pengeboran ini memperlihatkan tekad Pertamina untuk terus mempertahankan tingkat produksi di Sumbagsel. Upaya ini juga merupakan bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta bph dan gas 12 bscfd pada 2030.
Tahun ini SKK Migas meningkatkan target pengeboran sumur pengembangan menjadi 616 sumur secara nasional. Target ini naik signifikan dibandingkan realisasi 2020 yang sebesar 252 sumur.
"Sumatera adalah salah satu tulang punggung produksi migas nasional di tahun 2021, dimana 5 provinsi di Sumbagsel berkontribusi sekitar 10% target produksi minyak nasional dan sekitar 30% target produksi gas nasional,” kata Anggono.
Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4 mengelola operasi produksi migas di wilayah Sumbagsel. Produksi dihasilkan dari tujuh lapangan yang dioperasikan sendiri, yaitu Prabumulih, Limau, Pendopo, Adera, Ramba, Ogan Komering, dan Raja Tempirai.
Selain itu, juga berasal dari dua wilayah kerja non-operator, yaitu Corridor dan Unitisasi Suban, serta sembilan Kerja Sama Operasi (KSO) dan satu Technical Assistant Contract (TAC).
