Puluhan Perusahaan Tambang Nikel Keberatan Pencabutan IUP

Muhamad Fajar Riyandanu
14 April 2022, 08:20
nikel, iup, pertambangan, pertambangan nikel
ANTARA FOTO/REUTERS/Yusuf Ahmad
Ilustrasi. Pemerintah mencabut IUP terhadap 62 asosiasi nikel yang harus menghentikan aktivitas penambangan karena Izin Usaha Pertambangan (IUP) mereka dicabut oleh Kementerian Investas

“Itu alasan administrasi saja. Seperti ada pelaporan-pelaporan yang belum lengkap. Kami sedang mengajukan keberatan,” kata Budi.

Budi menceritakan, saat perusahaan mengajukan keberatan, ada sebuah perusahaan lain yang mengajukan permohonan penambangan di wilayah kerja PT Sumber Ketapang Makmur Abadi. Perusahaan tersebut dinyatakan lulus evaluasi oleh Dirjen Minerba dan segera diminta untuk membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).  

“Dan jika sudah membayar tentu mereka berhak izinnya diterbitkan. Misalnya nanti pengajuan keberatan kami dikabulkan, lalu pemohon IUP ini gimana? Ini jadi kayak kami diadu,” ujar Budi.

Adapun jika  proses pengajuan keberatan yang dilakukan menglami jalan buntu, PT Sumber Ketapang Makmur Abadi akan melanjutkannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara. “Kalau misalnya kami berhasil menang di PTUN, Pemerintah harus tunduk,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Kementerian Investasi, Nurul Ichwan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM saat melakukan pencabutan IUP. Sejauh ini, BPKM telah memanggil 14 perusahan pertambangan yang mengajukan keberatan unutk dilakukan pemeriksaan kelengkapan izin dan berkas.

Ia juga menyebut, sejumlah IUP yang dicabut belum didistribusikan. “Hal yang disampaikan PT Sumber Ketapang Makmur Abadi akan menjadi catatan Pemerintah,” ujarnya.

Di sisi lain, Nurul juga meminta kepada para pelaku usaha pertambangan untuk melibatkan komunitas daerah dalam proyek pertambangan. Hal ini diharap dapat menyerap tenaga kerja di sekitar proyek tambang dan mencegah konflik dengan masyarakat.

“Masyarakat yang tinggal daerah situ boleh mendapatakan kesemapatan bekerja dan sumber daya alam. oleh karena itu, untuk setiap kegatan yang masuk, ke sana harus mengandeng warga setempat,” katanya.

Halaman:
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Agustiyanti
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...