Harga Minyak Dunia Merosot, ICP Indonesia Turun

Aryo Widhy Wicaksono
3 Agustus 2022, 05:55
Ilustrasi Kilang Minyak
KATADATA
Ilustrasi Kilang Minyak

Fluktuasi harga minyak dunia menjadi topik yang paling banyak mendapatkan perhatian pembaca Katadata.co.id, pada Selasa (2/8). Harga minyak kembali merosot tajam setelah data aktivitas manufaktur di berbagai negara di dunia menunjukkan penurunan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran permintaan energi turun. Di sisi lain, pasar juga menantikan pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) terkait kebijakan pasokan.

Advertisement

Harga minyak berjangka Brent, yang menjadi acuan dunia, turun US$ 3,94 atau 3,8% ke US$ 100,03 per barel setelah pada sesi sebelumnya menyentuh US$ 99,09. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI), turun US$ 4,73 atau 4,8% ke US$ 93,89.

Aktivitas manufaktur di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia melemah sepanjang Juli, seiring turunnya permintaan global. Selain itu, produksi juga melambat karena kebijakan pembatasan Covid-19 yang masih ketat di Cina. Kondisi ini semakin meningkatkan kekhawatiran ekonomi tengah menuju resesi.

Baca berita selengkapnya di sini.

minyak
minyak (Zukiman Mohamad/Pexels)

Data ekonomi yang lemah dari Cina dan Jepang sepanjang Juli, juga membebani prospek permintaan energi sehingga berimbas menyebabkan harga minyak dunia merosot.

Lockdown atau kebijakan pembatasan aktivitas publik akibat Covid-19 di Cina, meredupkan pemulihan singkat yang terlihat pada aktivitas pabrik pada Juni. Indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) Caixin/Markit turun menjadi 50,4 pada Juli dari 51,7 pada bulan sebelumnya. Angka ini jauh di bawah ekspektasi analis.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement