Kenaikan harga minyak pada Oktober 2024 karena Amerika Serikat memberi sanksi kepada Iran. Keputusan ini berpotensi membatasi ekspor minyak Iran ke Cina.
Kementerian ESDM menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau ICP pada Agustus 2024 sebesar US$ 78,51 per barel. Angka ini menurun 4,26% dibandingkan bulan sebelumnya.
Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) kembali mengalami penurunan pada Juni 2024 menjadi US$ 79,31 per barel dari sebelumnya US$ 79,78.
PT Pertamina (Persero) melaporkan sepanjang 2023 telah menyetor Rp 304,7 triliun untuk penerimaan negara. Angka ini susut dibandingkan 2022 yang mencapai Rp 307,2 triliun.
Kementerian ESDM memproyeksikan harga minyak mentah Indonesia atau ICP pada akhir tahun ini di kisaran US$ 77-84 per barel, dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik yang masih panas.
Harga minyak mentah Indonesia atau ICP pada April 2024 ditetapkan sebesar US$ 87,61 per barel, naik 4,8% dibandingkan bulan sebelumnya US$ 83,74 per barel. Ada sejumlah faktor yang mendorong ICP.
Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) naik 4,6% menjadi US$ 83,78 per barel pada Maret 2024, dari US$ 80,09 per barel pada bulan sebelumnya.
Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) ditetapkan naik menjadi US$80,09 per barel pada Februari imbas ketegangan di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Januari naik 2,13% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi US$ 77,12 per barel. Kenaikan dipicu disrupsi akibat konflik di Laut Merah.
PNBP dari sektor migas pada 2023 turun menjadi Rp 117 triliun dari sebelumnya Rp 148 triliun pada 2022 akibat merosotnya harga minyak mentah Indonesia atau ICP.