DPR Restui Tambahan Anggaran Kementerian ESDM Rp 22,5 M untuk Gaji ASN

Nadya Zahira
14 September 2023, 07:38
esdm, gaji, dpr
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Menteri ESDM Arifin Tasrif (kedua kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2023).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan tambahan pagu anggaran tahun 2024 sebesar Rp 22,5 miliar. Tambahan anggaran itu akan digunakan untuk kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian ESDM.

"Tentunya kami sangat berterima kasih atas tambahan pagu untuk bisa meningkatkan gaji pegawai kita," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/9).

Dengan tambahan anggaran, Kementerian ESDM mendapatkan alokasi sebesar Rp 6,8 triliun dari sebelumnya Rp 6,77 triliun. Arifin menyebutkan sebesar Rp 2,33 triliun atau 34,32% dari total anggaran tersebut, akan digunakan untuk prioritas pembangunan infrastruktur bagi masyarakat. 

Dia menyebutkan beberapa program infrastruktur yang akan diprioritaskan yaitu, pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II antara Batang-Cirebon-Kandanghaur Timur, konkit nelayan dan petani, Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Selain itu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Supiori Papua, pembangunan 5 unit PLTMH, pembangunan 11 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpadu di 7 provinsi, revitalisasi pembangkit listrik tenaga (PLT) energi baru terbarukan (EBT), dan kegiatan-kegiatan Badan Geologi.

Penambahan anggaran Kementerian ESDM tersebut sudah direstui oleh Komisi VII DPR. Oleh sebab itu, Komisi VII meminta Kementerian ESDM untuk melapor kepada Badan Anggaran atau Banggar DPR.

"Khususnya untuk program yang berdampak langsung kepada masyarakat," bunyi kesimpulan dalam raker tersebut.

Proyek Pipa Gas Cisem Tahap II

Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2024, Kementerian ESDM mengalokasikan pendanaan sekira Rp 923,7 miliar pada 2024 untuk proyek pembangunan jaringan Pipa Gas Cisem Tahap II.

Proyek pipa transmisi sepanjang 240 kilometer (Km) itu akan dibangun dengan pendanaan APBN multiyears contract tahun anggaran 2023-2025 dengan total biaya Rp 3,34 triliun. Sebelumnya, pemerintah mengalokasikan dana Rp 573,69 miliar untuk proyek ini pada 2023.

Pipa transmisi gas bumi Cisem diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan gas untuk industri dan rumah tangga di Pulau Jawa, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan kebutuhan industri di Jawa Barat.

Pasokan gas bumi pipa Cisem akan berasal dari lapangan Jambaran Tiung Biru, Wilayah Kerja (WK) Blora dan rencana jangka panjang WK Cepu yang mencakup Lapangan Cendana dan Alas Tua serta WK Tuban.

Proyek Cisem merupakan proyek strategis nasional. Proyek ini merupakan bagian dari rencana interkoneksi pipa transmisi antara jaringan pipa transmisi Sumatera, Jawa Bagian Barat dengan jaringan pipa transmisi Jawa Bagian Timur.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nadya Zahira

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...