Pemerintah akan Evaluasi Kinerja Industri Penerima Gas Murah

Mela Syaharani
28 Februari 2024, 16:02
gas murah, harga gas murah, hgbt, gas murah industri
ANTARA FOTO/Aji Styawan
Ilustrasi infrastruktur gas.

“Hanya memang dari kami ESDM masih menunggu evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan HGBT yang sudah berjalan selama ini. Tentunya ketika HBGT nanti diputuskan untuk diteruskan setelah 2024, pasti akan memperhatikan ketersediaan bagian negara yang digunakan untuk penyesuaian harga gas,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, SKK Migas mengungkapkan penyerapan penerima HGBT 2023 realisasinya di atas 90% atau sekitar 95-96%. Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menyebut terdapat beberapa kendala yang menyebabkan HGBT tidak dapat terserap hingga 100%.

“Kami sedang melakukan evaluasi dan memang faktornya cukup banyak,” kata Kurnia dalam webinar yang dipantau secara daring pada Rabu (28/2).

Faktor tersebut meliputi dari hulu migas sendiri, midstream, downstream, hingga faktor ketidakcukupan bagian negara untuk menjaga bagian kontraktor tetap utuh. Gas murah yang tidak dapat terserap 100% ini menurut Kurnia secara otomatis mengurangi penerimaan negara.

“Saat ini memang sedang kami coba evaluasi dan kalau saya mencatat mungkin jumlahnya di 2023 ini bisa mencapai lebih dari US$ 1 miliar potensi penurunan penerimaan negara. Namun ini masih angka-angka sementara yang nanti kami akan rekonsiliasi lebih lanjut,” ujar Kurnia.

Halaman:
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...