Besok Pertamina Groundbreaking Kilang Bioavtur di Cilacap, Kapasitas 6.000 barel

Mela Syaharani
5 Februari 2026, 15:24
Pertamina, kilang Cilacap, bioavtur
Dok. Pertamina
PT Pertamina (Persero) akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek pembangunan kilang hijau besok, Jumat (6/2).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina (Persero) akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek pembangunan kilang hijau besok, Jumat (6/2). Wakil Direktur Utama Pertamina Oky Muraza mengatakan kilang yang terletak di Cilacap, Jawa Tengah ini akan memproduksi produk bioavtur dari minyak goreng bekas atau jelantah (UCO).

“Besok Insya Allah kami akan groundbreaking kilang hijau pertama di Cilacap. Kapasitasnya sekitar 6.000 barel per hari,” kata Oky dalam acara CNBC Energy Outlook 2026, Kamis (5/2).

Dia mengatakan pembangunan kilang ini berangkat dari ketersediaan bahan baku yang ada di domestik. Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah minyak nabati terbesar di dunia. Produksi minyak sawit dari RI bisa mencapai 53 juta ton per tahun dan volume minyak jelantah lebih dari satu juta ton per tahun.

Oky menyebut kilang Pertamina nantinya akan menghasilkan 0,3 juta kiloliter sustainable aviation fuel (SAF).

“Harapannya kami bisa mengejar target dunia, setengah dari produksi SAF berasal dari sumber nabati pada 2050,” ujarnya.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias BPI Danantara sebelumnya menyebut akan menggelar groundbreaking enam proyek hilirisasi mulai Jumat (6/2). Groundbreaking akan dilaksanakan serentak di enam lokasi.

“Ada di Kalimantan Barat, Cilacap, dan lainnya. Pokoknya ada enam,” kata CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani saat ditemui usai Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).

Enam Proyek Hilirisasi Danantara

Keenam proyek hilirisasi yang dimaksud Danantara adalah sebagai berikut: 

  • Pengembangan smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi US$ 2,4 miliar atau Rp 40 triliun 
  • Smelter grade alumina berbasis bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi US$ 890 juta atau hampir Rp 15 triliun
  • Pembangunan pabrik bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah dengan nilai investasi US$ 1,1 miliar atau Rp 18,4 triliun
  • Pabrik bioetanol di Cilacap, Jawa Tengah dengan nilai investasi US$ 80 juta atau Rp 1,3 triliun
  • Fasilitas pengolahan kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah dengan nilai investasi US$ 100 juta atau Rp 1,6 triliun
  • Proyek unggas terintegrasi, nilai investasi mencapai US$ 1 miliar atau Rp 20 triliun

Di tingkat hulu atau upstream industri baja, pemerintah akan segera melakukan groundbreaking pabrik baja di Cilegon, Banten bulan depan. Salah satu proyek utama hilirisasi ini adalah pembangunan pabrik slab baja di Cilegon yang berada di bawah PT Krakatau Steel (KRAS). 

Selama ini kebutuhan slab masih dipenuhi dari impor, sehingga kehadiran pabrik baru itu diharapkan memperkuat rantai pasok industri baja nasional. Donny mengatakan keenam proyek yang akan digelar groundbreaking-nya pekan depan, merupakan bagian dari 21 inisiatif hilirisasi yang sedang dikerjakan Danantara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...