Harga Minyak Naik Setelah Trump Tolak Tawaran Iran untuk Akhiri Perang
Harga minyak dunia melonjak usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak tawaran Iran atas proposal untuk mengakhiri Perang Timur Tengah. Penolakan ini memperpanjang penutupan jalur vital pengiriman migas, Selat Hormuz.
Harga minyak Brent naik 3,9% menjadi US $105,28 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate naik 4,2% menjadi US$ 99,43 per barel.
Melalui unggahan di media sosial Trump menyebut tawaran Iran sama sekali tidak dapat diterima, di tengah usaha kedua belah pihak mempertahankan gencatan senjata. Akses Selat Hormuz telah tertutup sejak dimulainya perang di kawasan tersebut pada akhir Februari lalu.
Penutupan ini menghambat pasokan minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar ke pelanggan global, sehingga mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi. Badan Energi Internasional mengatakan konflik tersebut menyebabkan guncangan pasokan terbesar dalam sejarah.
Wall Street Journal melaporkan, Iran telah menawarkan kepada AS untuk memindahkan sebagian persediaan uranium tingkat tinggi ke negara ketiga, namun Teheran menolak gagasan pembongkaran fasilitas nuklir miliknya. Meski begitu, Iran membantah isi laporan tersebut
Serangan drone pada pekan lalu sempat membakar sebuah kapal kargo di lepas pantai Qatar di Teluk Persia. Peristiwa ini menjadi serangan terbaru terhadap pelayaran di kawasan tersebut sejak gencatan senjata dimulai pada awal April. Uni Emirat Arab dan Kuwait mengatakan mereka telah mencegat drone-drone bermusuhan.
Gangguan di Selat Hormuz Diperkirakan Berlanjut hingga Semester II 2026
“Pasar baru akan kembali normal pada 2027 jika pengiriman melalui Selat Hormuz tetap terganggu lebih dari beberapa minggu ke depan,” kata Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin Nasser, dikutip dari Bloomberg, Senin (11/5).
Saudi Aramco telah mengalihkan sebagian aliran minyak melalui pelabuhan Yanbu di pantai barat untuk menutupi pasokan yang hilang. Di saat yang sama ada beberapa pasokan minyak yang berhasil keluar dari Timur Tengah melalui kapal tanker dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi yang melewati Selat Hormuz. Qatar juga berhasil mengirim satu muatan gas alam cair, yang pertama sejak konflik dimulai.
Wall Street semakin yakin bahwa pengiriman melalui Selat Hormuz akan tetap terganggu hingga paruh kedua tahun ini. Mayoritas responden dalam survei Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan arus melalui jalur perairan sempit tersebut akan tetap terganggu sampai melewati akhir Juni.
Trump dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping pekan ini, dan pejabat AS mengatakan pada bahwa ia diperkirakan akan menekan pemimpin Cina tersebut terkait pendekatan negara tersebut terhadap Iran.
